Nama George Obos Oemar tercatat sebagai salah satu tokoh Dayak Kalimantan Tengah yang memiliki peran penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Ia lahir pada 24 Desember 1902 di Kasongan, wilayah yang kini dikenal sebagai Tewang Sanggalang Garing.
Pendidikan awal George Obos ditempuh di Sekolah Zending di Banjarmasin pada tahun 1926. Bekal pendidikan tersebut mengantarkannya aktif dalam pergerakan nasional. Puncaknya, George Obos turut ambil bagian dalam Kongres Sumpah Pemuda II yang digelar pada 27–28 Oktober 1928 di Jakarta, sebagai wakil dari Kalimantan. Keterlibatannya menjadikannya salah satu putra daerah Kalimantan yang ikut menyaksikan lahirnya ikrar persatuan bangsa Indonesia.
Pasca Proklamasi Kemerdekaan 1945, George Obos terlibat langsung dalam perjuangan mempertahankan kedaulatan Indonesia di Kalimantan. Ia membantu perjuangan rakyat Kalimantan yang dipimpin Pangeran Mohammad Noer dan dipercaya sebagai Ketua Badan Oesaha Goebernoer Borneo. Bersama Pemuda Republik Indonesia Kalimantan (PRIK), ia menyusun berbagai langkah strategis untuk mempertahankan wilayah Kalimantan dari upaya pendudukan kembali oleh Belanda.
Selain berjuang di daerah, George Obos juga tercatat ikut serta dalam Pertempuran Surabaya, salah satu pertempuran terbesar dan paling heroik dalam sejarah revolusi kemerdekaan Indonesia.
Dalam karier militernya, George Obos bergabung dengan Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI) dan mencapai pangkat Letnan Kolonel. Ia ditugaskan sebagai Staf ALRI Divisi IV bidang Intelijen serta merangkap Staf IV/Intelijen di Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes TNI-AD).
Memasuki masa pemerintahan, George Obos terus mengabdi untuk masyarakat. Ia pernah menjabat sebagai Bupati Barito dan Bupati Kapuas pada periode 1956–1958. Kiprahnya di tingkat nasional berlanjut saat ia dipercaya menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) dari tahun 1960 hingga 1967.
George Obos Oemar wafat pada 19 April 1982 dan dimakamkan di kompleks pekuburan Kristen, Pahandut, Kota Palangka Raya. Hingga kini, namanya dikenang sebagai tokoh Dayak Ngaju yang berperan besar dalam perjuangan kemerdekaan, pemerintahan daerah, serta persatuan bangsa, khususnya bagi masyarakat Kalimantan Tengah.
*Sumber :
Berbagai sumber informasi, arsip sejarah perjuangan Kalimantan, catatan Kongres Sumpah Pemuda 1928, dokumentasi Angkatan Laut Republik Indonesia (ALRI), serta literatur sejarah dan tokoh Dayak Kalimantan Tengah.
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA
