Buntok, Betang.tv – Di tengah laju zaman yang kian individualistis, semangat gotong royong masih berdiri kokoh di Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Nilai luhur warisan leluhur itu tidak sekadar bertahan, tetapi terus dipupuk dan dijaga sebagai denyut kehidupan sosial masyarakat setempat.
Hingga kini, budaya saling membantu tanpa pamrih masih menjadi napas keseharian warga Bangkuang. Setiap kali ada kegiatan yang membutuhkan banyak tenaga, warga dengan sukarela datang berbondong-bondong, meninggalkan urusan pribadi demi kepentingan bersama.
Mulai dari hajatan pernikahan, acara perkawinan, musibah kematian, hingga kegiatan keagamaan, seluruhnya dikerjakan secara bergotong royong.
Tak ada hitung-hitungan upah, tak pula pamrih. Yang ada hanyalah rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial yang mengakar kuat.
“Di sini, gotong royong bukan sekadar tradisi, tapi sudah menjadi bagian dari hidup masyarakat,” ujar Lurah Bangkuang, H Muhammad Iqbal, Selasa (27/1/2026).
Iqbal menuturkan, budaya tersebut tumbuh dari kesadaran kolektif warga bahwa kehidupan bermasyarakat tidak bisa dijalani sendiri-sendiri.
Menurutnya, nilai kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah perubahan zaman.
“Warga datang membantu dengan ikhlas, tanpa diminta dan tanpa dibayar. Ini bentuk solidaritas yang masih sangat terjaga. Kami di kelurahan tentu terus mendorong agar nilai ini tidak luntur,” katanya.
Ia menambahkan, gotong royong juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga serta menumbuhkan rasa saling memiliki terhadap lingkungan dan komunitas.
Pemerintah kelurahan, kata dia, berkomitmen menjaga dan melestarikan budaya tersebut agar tetap hidup hingga ke generasi muda.
Di Bangkuang, gotong royong bukan sekadar cerita masa lalu. Ia masih nyata, bekerja dalam senyap, dan menjadi bukti bahwa nilai-nilai kebersamaan tetap relevan di tengah gempuran modernisasi.(Jky)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA
