Tamiang Layang, Betang.tv – Polemik tambang kembali mengemuka di Barito Timur. Di tengah keluhan warga soal dugaan pencemaran lingkungan, PT Bartim Coalindo justru diganjar piagam penghargaan oleh Bupati Bartim, M Yamin.
Alih-alih meredam masalah, penghargaan itu memicu tanda tanya dan gelombang protes warga Ampah, Kecamatan Dusun Tengah. Warga menilai aktivitas pertambangan perusahaan batu bara tersebut diduga berdampak langsung pada lingkungan.
Hermanto, warga Jembatan Dua yang sempat mendampingi Wakil Bupati Barito Timur Adi Mula Nakalelu saat inspeksi mendadak ke lokasi tambang, menyebut temuan lapangan menunjukkan persoalan serius yang tak bisa diabaikan.
“Keluhan warga soal lingkungan ini bukan baru. Kualitas air Sungai Munte, anak Sungai Karau, berubah. Ekosistem rusak, dan dampaknya dirasakan langsung masyarakat,” ujar Hermanto.
Nada serupa disampaikan Misdianto, warga Ampah Kota. Ia menyebut aktivitas tambang diduga mempengaruhi kondisi Sungai Karau hingga lahan di sekitar permukiman.
“Kami yang merasakan langsung dampaknya berharap ada peninjauan dan evaluasi menyeluruh. Jangan sampai masyarakat terus dirugikan,” tegasnya, Minggu (8/2/2026).
Di tengah keluhan tersebut, Pemkab Bartim memberikan piagam penghargaan kepada PT Bartim Coalindo atas partisipasi perusahaan dalam penanganan dampak banjir. Langkah ini dinilai sebagian warga tidak sejalan dengan realitas lingkungan yang mereka alami, sehingga memicu perbedaan pandangan dan polemik di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, PT Bartim Coalindo belum memberikan keterangan resmi terkait protes warga. Pemkab Bartim juga belum menjelaskan tindak lanjut hasil inspeksi mendadak yang sebelumnya dilakukan.(Mad/Red)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA
