Stok BBM Kaltim Diklaim Aman, Dedi Mulyadi Imbau Warga Tak Panik


Samarinda, Betang.tv – Antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kalimantan Timur menjadi perhatian masyarakat. Di tengah kondisi tersebut, Ketua Relawan Projo Garut, Dedi Mulyadi, S.E., mengimbau warga tetap tenang dan tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan.

Imbauan ini disampaikan menyusul keterangan PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan yang memastikan ketersediaan stok BBM masih terjaga, meskipun distribusi di sejumlah wilayah mengalami hambatan.

Dedi mengingatkan, masyarakat perlu menyikapi situasi ini secara bijak dengan membeli BBM sesuai kebutuhan. Kepanikan dan pembelian berlebihan justru berpotensi memperpanjang antrean serta menambah tekanan terhadap pelayanan SPBU yang sedang menghadapi kendala distribusi.

Berdasarkan keterangan Pertamina pada Senin (12/10/2026), ketahanan stok BBM jenis gasoline (bensin) dan gasoil (bahan bakar diesel) di Fuel Terminal Samarinda dan Balikpapan diperkirakan mencapai 18-20 hari.

Dengan demikian, menurut penjelasan perusahaan, antrean yang terjadi tidak serta-merta menandakan persediaan BBM telah habis. Persoalan yang dihadapi saat ini berkaitan dengan hambatan pengiriman dari terminal menuju sejumlah SPBU.

Salah satu faktor yang memengaruhi distribusi adalah penyusutan debit Sungai Mahakam di tengah fenomena El Niño. Kondisi tersebut menghambat pengangkutan BBM menggunakan tongkang, sehingga Pertamina mengalihkan sebagian distribusi melalui jalur darat dengan mobil tangki.

Perubahan jalur pengiriman ini berdampak pada waktu tempuh distribusi yang menjadi lebih panjang. Akibatnya, ketersediaan BBM di sejumlah SPBU tidak selalu dapat dipulihkan secepat yang diharapkan, terutama di wilayah Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Berau.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pertamina menyatakan telah mengoperasikan Fuel Terminal dan mobil tangki selama 24 jam. Perusahaan juga menambah pasokan hingga 15 persen ke SPBU yang mengalami antrean terpadat.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan distribusi sekaligus mengurangi kepadatan antrean kendaraan di lapangan.

Selain mempercepat distribusi, pengawasan terhadap penyaluran BBM juga diperketat. Pertamina bersama Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) disebut telah menjatuhkan sanksi penghentian pasokan sementara kepada dua SPBU di Samarinda.

Berdasarkan keterangan perusahaan, kedua SPBU tersebut terbukti melakukan pengisian berulang dan melayani pengisian BBM pada jam operasional yang seharusnya sudah tutup. Sementara itu, dugaan pelanggaran di SPBU Simbuang masih dalam proses investigasi.

Pertamina juga memperkuat pengawasan melalui kewajiban pemasangan kamera pengawas atau CCTV serta penerapan QR MyPertamina untuk penyaluran BBM bersubsidi.

Pengawasan ini menjadi bagian penting untuk memastikan distribusi berjalan sesuai ketentuan dan BBM dapat diakses masyarakat yang berhak.

Dari sisi alokasi, Pertamina menyebut kuota BBM bersubsidi Kalimantan Timur tahun 2026 yang ditetapkan BPH Migas mencapai 1,2 juta kiloliter (KL) untuk Pertalite dan 980 ribu KL untuk Solar. Hingga September 2026, realisasi penyaluran diklaim telah mencapai 95 persen.

Perusahaan juga menjanjikan keterbukaan data penyaluran harian di setiap SPBU melalui dasbor pada situs web perusahaan mulai 15 Oktober 2026. Langkah ini diharapkan membantu masyarakat memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai penyaluran BBM.

Masyarakat yang ingin menyampaikan keluhan atau mendapatkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan Pertamina 135 maupun akun Instagram @pertaminapatraniagakaltim.

Pertamina turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat serta menyatakan komitmennya untuk memperbaiki distribusi dan menindak pelanggaran dalam penyaluran BBM.

Di tengah situasi tersebut, imbauan agar masyarakat tidak panik perlu berjalan beriringan dengan upaya nyata untuk memastikan pasokan kembali lancar. Kepastian stok di tingkat terminal perlu didukung distribusi yang tepat waktu agar masyarakat dapat memperoleh BBM tanpa harus menghadapi antrean berkepanjangan.

Karena itu, masyarakat diharapkan tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Di sisi lain, keterbukaan informasi, pengawasan yang konsisten, dan percepatan distribusi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.

Dengan koordinasi yang baik antara Pertamina, pemerintah, aparat pengawasan, dan masyarakat, kendala distribusi diharapkan dapat segera diatasi sehingga kebutuhan BBM harian warga Kalimantan Timur tetap terpenuhi.(Red/J)


Periksa Juga

ASBADATA Palangka Raya Gelar Pengabdian Masyarakat Dalam Rangka Pengembangan Pariwisata Berbasis Kebun Dapur

        Pengunjung : 970 Palangka Raya, Betang.Tv – Asosiasi Bawi Dayak, Budaya, dan Pariwisata (ASBADATA) …

Tinggalkan Balasan