“Gembala Baik Dan Murah Hati (Yoh 10:11)”
“Yang paling penting dalam hidup seorang imam sebagai Gembala yang baik dan murah hati adalah kehadiran.”
Pukul 10.15, sembilan (9) orang imam dari Dekenat Kotawaringin Timur-Keuskupan Palangka Raya-Kalteng menuju ke Katedral Jakarta dari Biara Karmel (Tosiga). Tujuan utama dari perjalanan ke Katedral Jakarta hari ini (08 Septembee 2026) adalah untuk bertemu dengan Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo (Uskup Agung Jakarta) sekaligus mendengarkan sharing dan petuaj bijak dari Bapa Kardinal.
Kami tiba di Katedral Pkl. 11.00 disambut dengam ramah dan hangat oleh RD. Adi Prasojo yang kebetulan saya kenal baik karena menjadi kakak kelas waktu kuliah teologi di FTW Kentungan-Jogjakarta. Romo Adi mempersilahkan kami masuk ke ruang tamu sambil menunggu Bapa Kardinal dan mempersilahkan kami menikmati snack yang sudah disiapkan untuk kami. Suasana persaudaraan sebagai sesama rekan imam sangat kami rasakan pada penerimaan awal ini.
Selang tiga puluh (30) menit kemudian, Bapa Kardinal keluar dari ruangan Beliau menjumpai kami. Sapaan hangat dan senyum tulus dari Sang Gembala yang menjadi wakil Kristus Keuskupan Agung Jakarta sangat kami rasakan. Penampilan yang sederhana namun berwibawa membuat kami semua kagum hingga tak bisa berkata-kata. Salah seorang rekan imam kami mengatakan bahwa saat melihat kesederhanaan dan keramahan Bapa Kardinal ia langsung tidak bisa berkata apa-apa.
Sebuah ungkapan dari Bapa Kardinal yang menyadarkan kami semua akan pentingnya semangat kolegialitas sesama rekan iman di manapun berada, apapun keuskupan dan kongregasinya adalah;
“Saya merasa canggung dengan para Bapa Uskup yang lain yang berada di keuskupan-keuskupan yang sulit (medan dan finansial) dan sederhana. Sedangkan saya sendiri pernah berada di dua keuskupan (Keuskupan Agung Semarang dan sekarang Keuskupan Agung Jakarta) yang sudah mapan dan mandiri (banyak umat yang peduli dan mudah terketuk hatinya untuk keuskupan lain).”
Maka untuk menunjukkan kepedulian dan solidaritas dengan keuskupan-keuskupan lain yang jauh dan sulit kami berusaha untuk mengirimkan imam-imam Keuskupan Agung Jakarta sebagai Misionaris Domestik, mendampingi dan menyediakan bantuan pendidikan bagi anak-anak lokal melalui sebuah lembaga amal Katolik Keuskupan Agung Jakarta yang dikenal dengan sebutan BAKKAT (Badan Amal Kasih Katolik).
Gembala Baik Dan Murah Hati
Bapak Kardinal tidak hanya sederhana dan rendah hati melainkan juga perhatian. Motto Keuskupan Agung Jakarta; “Gembala Baik dan Murah Hati” juga nampak dalam perhatian Bapa Kardinal yang mengambilkan kursi untuk kami.
Sebuah kepekaan dan kepedulian dari Sang Gembala menyadarkan kami bahwa kepekaan dan kepedulian bagi sesama rekan imam dan umat dimulai dari hal-hal yang sederhana melalui tindakan nyata dan bukan sekedar kata-kata kosong.
Kepekaan dan kepedulian Bapa Kardinal juga nampak dari kesediaan Beliau mengantarkan kami mengelilingi Katedral dan menjelaskan banyak hal kepada kami termasuk mengantarkan kami mengelilingi museum Katedral Jakarta. Setelah mengelilingi Katedral dan Museum kami mengabadikan moment kebersamaan kami bersama Bapa Kardinal dengan foto bersama di depan gereja Katedral Jakarta. Kami tidak hanya mendapatkan makanan rohani dari teladan Gembala Baik dan Murah Hati tetapi juga makanan jasmani sebagai makan siang kami dalam perjalanan.
Kesederhanaan, kerendahan hati, kepekaan dan kepedulian Bapa Kardinal terangkum dalam satu wasiat suci yang diberikan oleh Bapa Kardinal kepada kami bahwa zaman sekarang yang dibutuhkan dari seorang imam adalah Kehadiran. Kehadiran yang sederhana, rendah hati, peka dan peduli sebagai spirit Gembala Baik dan Murah Hati. Terimakasih banyak Bapa Kardinal atas perjumpaan rohani hari ini.
Jakarta, 08 September 2026
Ziarah Rohani Para Imam Dekenat Kotawaringin Timur.
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA

