Perkuat Stabilitas Daerah, Pemuda Katolik Kalteng Bangun Sinergi Strategis dengan Ditintelkam Polda Kalteng


Palangka Raya, Betang.tv – Pemuda Katolik Komisariat Daerah Kalimantan Tengah memperkuat sinergi strategis dengan Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) Polda Kalimantan Tengah dalam upaya membangun stabilitas daerah berbasis ketahanan sosial (social resilience). Pertemuan tersebut dipimpin Direktur Intelkam Polda Kalteng, Kombes Pol. Ardyansyah, S.I.K., M.Si.

Kolaborasi ini menempatkan isu keamanan sebagai bagian dari ekosistem sosial yang lebih luas. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi dan meningkatnya potensi gangguan non-konvensional, seperti disinformasi, provokasi digital, dan polarisasi persepsi, pendekatan keamanan dinilai tidak lagi cukup bersifat reaktif. Diperlukan strategi preventif yang mampu memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola risiko sosial sejak dini.

Ketua Pemuda Katolik Kalteng, Dorothea Sthallhani Jasi, S.T., M.Han., menegaskan bahwa stabilitas berkelanjutan lahir dari masyarakat yang memiliki daya tahan sosial kuat. Menurutnya, konsep social resilience tidak sekadar kemampuan bertahan dari gangguan, melainkan juga kemampuan beradaptasi serta menjaga kohesi sosial di tengah perubahan.

“Keamanan tidak hanya diukur dari minimnya gangguan, tetapi dari kuatnya kepercayaan sosial, literasi publik, dan kesadaran kolektif masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mendorong pendekatan community-based security, di mana pemuda berperan sebagai agen edukasi sekaligus penghubung komunikasi antara masyarakat dan institusi negara. Melalui penguatan literasi kebangsaan serta etika ruang digital, generasi muda diharapkan dapat menjadi bagian dari early warning system sosial, yakni mendeteksi potensi gesekan sebelum berkembang menjadi konflik terbuka.

Sementara itu, Kombes Pol. Ardyansyah menekankan bahwa keamanan modern membutuhkan kemitraan adaptif yang berbasis dialog. Sinergi dengan organisasi kepemudaan, menurutnya, memperkuat pendekatan humanis dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memperluas jangkauan edukasi keamanan hingga ke tingkat komunitas.

Sebagai tindak lanjut, kedua pihak mendorong pembentukan forum komunikasi rutin, edukasi keamanan digital, serta program kolaboratif yang berorientasi pada peningkatan kesadaran dan partisipasi publik. Langkah tersebut diharapkan membentuk sistem keamanan yang tidak hanya responsif, tetapi juga tangguh dan berkelanjutan.

Melalui kolaborasi ini, Pemuda Katolik Kalteng menegaskan komitmennya menghadirkan kepemimpinan muda yang strategis dan berorientasi pada ketahanan jangka panjang. Stabilitas daerah dipandang sebagai hasil dari sinergi, literasi, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga harmoni sosial di Kalimantan Tengah.

Sebagai penegasan komitmen, Jasi menempatkan penguatan ketahanan sosial daerah dalam perspektif yang lebih luas sebagai bagian dari sistem ketahanan nasional. Dengan latar belakang keilmuan strategis, ia menekankan pentingnya membangun budaya keamanan berbasis kesadaran, partisipasi, dan kolaborasi lintas sektor.

Menurutnya, ketika masyarakat memiliki literasi yang kuat, jejaring komunikasi yang sehat, serta kepemimpinan yang responsif, stabilitas tidak hanya terjaga, tetapi juga bertransformasi menjadi modal sosial yang memperkuat daya saing dan keberlanjutan pembangunan daerah.(Red)


Periksa Juga

Umat Katolik Palangka Raya Ikuti Misa Rabu Abu, Awali Masa Prapaskah 2026

        Pengunjung : 216 Palangka Raya, Betang.tv – Umat Katolik di seluruh dunia, termasuk umat …

Tinggalkan Balasan