Kuala Kapuas, Betang.tv – Pemerintah Kabupaten Kapuas kian serius menggenjot daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar mampu bertahan dan melaju di tengah ketatnya persaingan pasar modern. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan resmi Pelatihan Manajemen dan Promosi Pelaku Usaha/UMKM Kabupaten Kapuas yang menggandeng PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Rapat Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Kapuas, Senin (2/2/2026), itu dibuka oleh Bupati Kapuas HM Wiyatno yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Asisten II) Setda Kapuas, Kusmiatie.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala DPMPTSP Kapuas Teguh Yunianto, perwakilan Kementerian Agama Kabupaten Kapuas, sejumlah kepala perangkat daerah terkait, perwakilan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, para narasumber, serta puluhan pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Kapuas.
Dalam sambutan tertulis Bupati Kapuas yang dibacakan Kusmiatie, ditegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang terbukti memiliki ketahanan kuat, terutama dalam menyerap tenaga kerja dan menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
“UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah kita. Daya tahannya luar biasa dan kontribusinya terhadap penyerapan tenaga kerja sangat besar. Namun, di era digital dan pasar modern saat ini, tantangan yang dihadapi juga semakin kompleks,” ujar Bupati dalam sambutannya.
Bupati Kapuas menegaskan, upaya mendorong UMKM agar naik kelas tidak bisa dilakukan secara parsial. Dibutuhkan kolaborasi nyata antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan sektor swasta agar produk lokal mampu bersaing, tidak hanya di pasar tradisional, tetapi juga di jaringan ritel modern.
Atas dasar itu, Bupati menyampaikan apresiasi kepada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) yang dinilai telah membuka ruang dan jembatan kemitraan bagi UMKM lokal Kabupaten Kapuas.
“Sinergi adalah kunci. Saya mengapresiasi Alfamart yang telah menunjukkan kepedulian dan komitmen untuk membantu produk lokal Kabupaten Kapuas agar bisa menembus pasar ritel modern,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, para pelaku UMKM dibekali pemahaman komprehensif mulai dari standar mutu produk ritel modern, manajemen kemasan yang menarik, strategi pemasaran, hingga aspek legalitas usaha yang menjadi syarat utama masuk ke jaringan ritel nasional.
Bupati Kapuas pun menyampaikan harapan besarnya agar produk-produk unggulan daerah, mulai dari kerajinan, makanan ringan, hingga olahan pangan khas Kapuas, mampu tampil percaya diri di pasar yang lebih luas.
“Saya ingin melihat produk-produk asli Kabupaten Kapuas berjejer rapi di rak-rak Alfamart. Bukan hanya di Kapuas, tetapi juga di tingkat nasional,” ucapnya optimistis.
Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Kapuas Teguh Yunianto menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun ekosistem usaha yang inklusif, sehingga pelaku UMKM dapat lebih mudah menjalin kemitraan dengan usaha besar melalui skema Business to Business (B2B).
Menurutnya, di era digital saat ini, pelaku UMKM dituntut untuk cepat beradaptasi, terutama dalam hal pemasaran dan peningkatan kualitas produk.
“Dengan pemasaran yang lebih luas, diharapkan kesejahteraan pelaku UMKM meningkat. Di sisi lain, pihak korporasi juga dapat memenuhi kewajiban kemitraan dan tanggung jawab sosialnya,” kata Teguh.
Diketahui, pelatihan tersebut diikuti oleh 50 pelaku UMKM yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Kapuas, sebagai langkah awal memperkuat produk lokal agar siap bersaing di pasar modern.(Rby/Red)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA
