Denyut Kemanusiaan di Kota Cantik, Donor Darah Usai Tarawih Masjid Kubah Hijau jadi Tradisi Inspiratif


Palangka Raya, Betang.tv – Di tengah khusyuknya ibadah Ramadan, denyut kemanusiaan terasa kuat di Masjid Kubah Hijau Al-Abrar Kota Palangka Raya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, rumah ibadah yang menjadi salah satu ikon Kota Cantik itu kembali menggelar aksi donor darah rutin, menghadirkan makna berbagi yang lebih dalam di bulan penuh berkah.

Kegiatan yang digelar selepas salat Isya dan Tarawih tersebut bukan sekadar agenda tahunan. Ia menjelma menjadi ruang inspirasi bahwa Ramadan tak hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas sosial dan menyelamatkan nyawa.

Sejak malam dibuka, jamaah dari berbagai kalangan, mulai remaja hingga orang dewasa datang silih berganti untuk mendaftarkan diri. Mereka rela meluangkan waktu usai beribadah, duduk antre dengan tertib, demi satu tujuan, yaitu memastikan stok darah di Palangka Raya tetap terjaga.

“Ramadan adalah bulan penuh berkah. Kami ingin menghadirkan manfaat yang nyata, tidak hanya untuk jamaah, tetapi juga bagi masyarakat luas yang membutuhkan transfusi darah,” ujar Ustaz Hakim, Jumat (27/2/2026) malam.

Pelaksanaan donor darah ini bekerja sama dengan tim medis dari Palang Merah Indonesia Kota Palangka Raya. Seluruh prosedur dilakukan sesuai standar kesehatan. Setiap peserta lebih dulu menjalani pemeriksaan tekanan darah, kadar hemoglobin, hingga skrining riwayat kesehatan guna memastikan kelayakan donor.

Bagi sebagian warga, berdonor di bulan puasa justru menghadirkan pengalaman spiritual tersendiri. Fajar, warga Kompleks Asabri 3, mengaku tidak ragu mengikuti kegiatan tersebut karena dilakukan setelah berbuka puasa.

“Ini bagian dari amal kebaikan. Semoga darah yang disumbangkan bisa membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” ujarnya.

Di tengah meningkatnya kebutuhan darah untuk pasien kecelakaan, ibu melahirkan, hingga penderita penyakit kronis, inisiatif komunitas seperti ini menjadi penopang penting layanan kesehatan.

Lebih dari sekadar aksi sosial, donor darah di Masjid Al-Abrar menjadi pengingat bahwa nilai ibadah tak berhenti di sajadah, tetapi juga terwujud dalam kepedulian nyata terhadap sesama.

Pengurus masjid berharap, semangat berbagi ini terus menginspirasi masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup kemanusiaan, tidak hanya di bulan Ramadan, melainkan sepanjang tahun.(Jky)


Periksa Juga

Tak Sekadar Menulis, IPJI Kalteng Turun Melayani Jamaah Haul Guru Sekumpul di Kereng Pangi

        Pengunjung : 259 Kasongan, Betang.tv – Tak hanya menyuarakan kebenaran lewat pena, insan pers …

Tinggalkan Balasan