Jalan Bangkuang-Paju Epat Rusak Parah, Warga Menunggu Langkah Nyata Pemerintah


Buntok, Betang.tv – Bagi masyarakat di kawasan perbatasan Kabupaten Barito Selatan (Barsel) dan Kabupaten Barito Timur (Bartim), ruas jalan yang menghubungkan Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, dengan Kecamatan Paju Epat bukan sekadar jalur penghubung antarwilayah. Jalan tersebut menjadi urat nadi aktivitas masyarakat, menopang mobilitas warga sekaligus distribusi barang dan jasa yang menggerakkan roda perekonomian setempat.

Namun, harapan akan akses transportasi yang aman dan lancar kerap diuji saat musim hujan dan banjir melanda. Sejumlah titik ruas jalan terendam, sementara beberapa jembatan kayu yang menjadi akses utama mulai mengalami kerusakan. Kondisi itu menyebabkan arus transportasi terganggu dan aktivitas ekonomi masyarakat tidak berjalan optimal.

Melihat kondisi tersebut, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Karau Kuala yang terdiri dari Polsek Karau Kuala dan Koramil 1012-01, bersama Damang Kepala Adat Kecamatan Karau Kuala, Lurah Bangkuang, para ketua RT, tokoh masyarakat, dan tokoh agama turun langsung meninjau lokasi, Rabu (24/6/2026).

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga terkait kebutuhan perbaikan akses jalan di wilayah perbatasan tersebut.

Camat Karau Kuala, Adriansyah, mengatakan ruas jalan tersebut memiliki peran strategis karena menjadi salah satu jalur penghubung penting antara Barsel dan Bartim. Selain itu, jalan tersebut juga menjadi akses menuju sejumlah wilayah di Kalteng serta Provinsi tetangga.

“Setiap kali terjadi banjir, beberapa titik jalan terendam sehingga menyulitkan kendaraan melintas. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius karena menyangkut mobilitas masyarakat dan kelancaran distribusi barang,” ujarnya.

Menurut Adriansyah, dampak kerusakan jalan tidak hanya dirasakan oleh pengguna transportasi, tetapi juga berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi masyarakat yang bergantung pada kelancaran akses tersebut.

Dari hasil peninjauan di lapangan, ditemukan kerusakan pada badan jalan akibat genangan banjir di tiga titik dengan tingkat kerusakan berbeda, mulai dari ringan hingga parah. Pada beberapa titik, kendaraan roda empat maupun kendaraan dengan ukuran lebih besar tidak dapat melintas. Sementara itu, kendaraan roda dua masih bisa melewati jalur tersebut dengan bantuan jembatan darurat yang dibuat warga.

Akibat kondisi tersebut, arus mobilitas orang dan distribusi barang dari dan menuju Kelurahan Bangkuang mengalami hambatan.

“Hasil pemantauan ini akan kami laporkan kepada pihak yang berwenang sebagai bahan pertimbangan dalam program penanganan maupun peningkatan infrastruktur ke depan,” kata Adriansyah.

Ia menjelaskan, berdasarkan koordinasi dengan Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Barsel, status ruas jalan tersebut sebelumnya tercatat sebagai jalan provinsi. Namun pada tahun ini, ruas tersebut tidak lagi tercantum dalam Surat Keputusan Jalan Provinsi Kalteng.

Terlepas dari status kewenangannya, kata dia, kondisi jalan yang rusak akibat banjir tetap memerlukan perhatian karena berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat.

Sebagai langkah awal, unsur Forkopimcam bersama Damang, tokoh masyarakat, tokoh agama, ketua RW dan RT, serta sejumlah perusahaan yang beroperasi di sekitar Kelurahan Bangkuang berinisiatif melakukan kolaborasi untuk penanganan darurat. Upaya tersebut difokuskan pada perbaikan teknis skala kecil agar ruas jalan dapat kembali dilalui dengan aman dan mendukung kelancaran mobilitas warga.

“Kami berharap hasil peninjauan ini dapat menjadi dasar untuk mengusulkan penanganan jangka pendek maupun jangka panjang kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maupun Pemerintah Kabupaten Barito Selatan,” ujarnya.

Adriansyah juga mengajak seluruh pihak untuk tetap optimistis di tengah tantangan keterbatasan anggaran yang dihadapi pemerintah saat ini.

“Kita memahami kondisi efisiensi keuangan yang sedang dihadapi pemerintah pusat maupun daerah. Namun kita berharap dan berdoa agar kondisi segera membaik sehingga pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur dapat kembali berjalan secara maksimal,” tuturnya.

Di tengah berbagai keterbatasan tersebut, harapan masyarakat tetap sama. Mereka mendambakan jalan dan jembatan yang kokoh, aman, nyaman dilalui, serta mampu bertahan ketika musim banjir kembali datang.

Bagi warga Bangkuang dan wilayah sekitarnya, perbaikan jalan bukan semata pembangunan fisik. Lebih dari itu, infrastruktur yang layak menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi, kemudahan akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta terbukanya peluang yang lebih besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan perbatasan Barsel-Bartim.(Red/J)


Periksa Juga

Bijak Bermedia Sosial, Kebebasan Berekspresi Harus Sejalan dengan Tanggung Jawab Hukum

        Pengunjung : 1,045 Palangka Raya, Betang.tv – Di tengah derasnya arus informasi digital, media …

Tinggalkan Balasan