Palangka Raya, Betang.tv – Ketua Relawan Habar Kalimantan Tengah (HKT), Dwi Sugiarto, mendesak pemerintah memperkuat langkah konkret dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah. Desakan tersebut disampaikan menyusul kondisi kabut asap yang menurutnya semakin parah dan kekhawatiran terhadap dampaknya bagi kesehatan masyarakat.
Dwi Sugiarto, yang akrab disapa Sugie, mengatakan pihaknya menghormati kunjungan Menteri Kehutanan ke Kalimantan Tengah. Namun, ia menegaskan bahwa kunjungan tersebut perlu diikuti tindakan nyata yang dapat menjawab persoalan karhutla dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.
“Kami menghormati kedatangan Menteri Kehutanan ke Kalimantan Tengah. Namun, masyarakat membutuhkan langkah konkret, bukan sekadar kunjungan. Faktanya, kabut asap justru semakin parah,” ujar Sugie dalam pernyataannya, Selasa (13/10/2026).
Sugie juga menyoroti kondisi masyarakat yang, menurutnya, telah berbulan-bulan menghadapi paparan udara tidak sehat. Ia meminta pemerintah mempertimbangkan kondisi warga di lapangan dalam menentukan kebijakan penanganan karhutla, termasuk ketika mengevaluasi urgensi penetapan status Darurat Bencana Nasional.
“Terlepas dari layak atau tidaknya ditetapkan sebagai Darurat Bencana Nasional, mohon pertimbangkan kondisi masyarakat Kalimantan Tengah yang sudah berbulan-bulan menghirup udara tidak sehat,” katanya.
Menurut Sugie, perdebatan mengenai status kebencanaan tidak boleh mengalihkan perhatian dari kebutuhan mendesak masyarakat akan perlindungan kesehatan dan penanganan karhutla yang efektif.
Ia mempertanyakan sampai kapan masyarakat harus menghadapi situasi tersebut. Sugie menilai pemerintah perlu menunjukkan keseriusan melalui langkah penanganan yang jelas, terukur, dan berkelanjutan.
“Kesehatan adalah hak masyarakat. Kami menunggu tindakan nyata, solusi yang terukur, dan keseriusan pemerintah dalam menangani karhutla. Jangan biarkan masyarakat terus menjadi korban,” tegasnya.
Selain menyampaikan desakan kepada pemerintah, Sugie mengatakan Relawan HKT turut bergabung dengan petugas dan relawan lainnya untuk membantu pemadaman karhutla di wilayah Kota Palangka Raya.
Ia menjelaskan, keterlibatan tersebut merupakan bentuk kepedulian relawan terhadap masyarakat dan lingkungan di tengah persoalan karhutla yang sedang dihadapi.
Sugie menambahkan, biaya operasional Relawan HKT untuk kegiatan tersebut, menurut keterangannya, bersumber dari dana pribadi dan para donatur.
“Biaya operasional Relawan HKT murni dari dana pribadi dan para donatur. Itu semua demi kesehatan masyarakat, keberlangsungan aktivitas ekonomi, serta hak generasi mendatang untuk menikmati lingkungan hidup yang baik dan sehat,” ungkapnya.
Sugie berharap upaya pemadaman yang dilakukan petugas dan relawan dapat berjalan beriringan dengan langkah pemerintah yang lebih terarah dalam mengendalikan karhutla serta melindungi masyarakat dari dampaknya.
Baginya, penanganan karhutla tidak hanya menyangkut pemadaman api, tetapi juga perlindungan kesehatan warga, keberlangsungan aktivitas ekonomi, dan upaya menjaga kualitas lingkungan bagi generasi mendatang.(Red/J)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA
