Kalimantan Kembali Diselimuti Asap, Siklus Karhutla yang Tak Kunjung Usai


Palangka Raya, Betang.tv – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menjadi bayang-bayang yang menghantui Kalimantan. Kepulan asap yang mulai menyelimuti sejumlah wilayah menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla masih menjadi tantangan serius yang membutuhkan perhatian dan penanganan bersama.

Bagi masyarakat, karhutla bukan sekadar persoalan api yang membakar lahan dan vegetasi. Ketika asap mulai memenuhi udara, dampaknya dapat dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari terganggunya aktivitas hingga kekhawatiran terhadap kualitas udara dan kelestarian lingkungan.

Jhon Kenedy, warga Kalimantan Tengah, menyampaikan keprihatinannya atas kembali munculnya karhutla dan kabut asap yang menyertainya.

Menurutnya, persoalan karhutla semestinya tidak hanya ditangani ketika api sudah membesar. Langkah pencegahan dan kesadaran bersama dinilai menjadi kunci agar bencana serupa tidak terus berulang setiap tahun.

“Kita tentu prihatin melihat karhutla kembali terjadi. Ketika api muncul, asap juga mulai menyelimuti dan masyarakat yang akhirnya ikut merasakan dampaknya. Pertanyaannya, sampai kapan persoalan seperti ini terus berulang?” ujar Jhon Kenedy, seorang jurnalis di Kalimantan Tengah, Sabtu (22/8/2026).

Ia berharap seluruh pihak tidak hanya bergerak ketika titik api telah muncul, tetapi memperkuat langkah antisipasi sejak dini, terutama di kawasan yang memiliki potensi rawan karhutla.

“Pencegahan harus menjadi perhatian utama. Kalau bisa dicegah sejak awal, tentu jauh lebih baik daripada harus menghadapi dampak yang lebih besar,” katanya.

Jhon juga memberikan apresiasi kepada para petugas dan relawan yang berada di garis depan penanganan karhutla. Menurutnya, perjuangan mereka menghadapi kobaran api dan kepungan asap bukanlah pekerjaan mudah.

“Salam hormat untuk para pejuang karhutla. Mereka bekerja di tengah panas dan asap untuk memadamkan api serta melindungi masyarakat. Semoga perjuangan mereka selalu diberi keselamatan dan kekuatan,” tuturnya.

Lebih jauh, ia mengajak masyarakat untuk tidak memandang karhutla sebagai persoalan pemerintah semata. Pencegahan, menurutnya, membutuhkan kepedulian dan keterlibatan semua pihak.

“Kalimantan adalah rumah kita bersama. Kalau hutan dan lahan terbakar, dampaknya juga kembali kepada kita semua. Karena itu, mari sama-sama menjaga lingkungan dan jangan melakukan hal-hal yang dapat memicu kebakaran,” pungkas Jhon.(Red/J)


Periksa Juga

Bantuan Mesin Pompa Air Menguatkan Langkah Relawan HKT di Tengah Karhutla

        Pengunjung : 974 Palangka Raya, Betang.tv – Gerak cepat dilakukan Relawan Habar Kalimantan Tengah …