Buntok, Betang.tv – Di tengah musim kemarau yang mulai mengeringkan sebagian wilayah, harapan masyarakat Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, dipanjatkan dalam doa.
Jumat (14/8/2026) pagi, masyarakat berbondong-bondong mendatangi lapangan sepak bola di depan Rumah Jabatan Camat Karau Kuala. Dengan suasana khidmat, mereka mengikuti salat Istisqa dan doa bersama sebagai ikhtiar spiritual menghadapi bencana kekeringan sekaligus ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kegiatan tersebut diinisiasi Pemerintah Kabupaten Barito Selatan melalui Kecamatan Karau Kuala dan Kelurahan Bangkuang, bekerja sama dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kantor Urusan Agama (KUA), Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Karau Kuala, Panitia Hari Besar Islam (PHBI), serta Majelis Taklim Al-Hidayah.
Rangkaian salat dan doa bersama itu menjadi momentum bagi masyarakat untuk menundukkan hati, mempererat kebersamaan, sekaligus memohon pertolongan Allah SWT agar hujan segera turun dan kondisi lingkungan kembali membaik.
Di antara masyarakat yang hadir tampak H. Muhammad Iqbal, Ketua Pengurus Majelis Taklim Nurul Musthofa Kelurahan Bangkuang. Mantan Lurah Bangkuang tersebut baru saja dilantik dan dikukuhkan untuk mengemban amanah baru sebagai Kepala Subbagian Umum dan Kepegawaian pada Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Barito Selatan.
Kehadiran Iqbal sekaligus menjadi momentum perpisahan emosional bersama masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan pengabdiannya sebagai Lurah Bangkuang.
Dalam kesempatan tersebut, Iqbal menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Bangkuang atas dukungan dan kerja sama yang telah diberikan selama dirinya menjalankan tugas sebagai lurah.
“Saya memohon maaf apabila selama memimpin Kelurahan Bangkuang terdapat kekhilafan, kekurangan, maupun kesalahan dalam menjalankan amanah,” ujarnya.
Iqbal turut memohon doa dari masyarakat agar dapat menjalankan tugas dan tanggung jawab pada jabatan barunya dengan baik.
Bagi masyarakat Bangkuang, pertemuan tersebut bukan sekadar bagian dari rangkaian salat Istiska. Momen itu juga menjadi simbol kesinambungan pengabdian, ketika sebuah amanah beralih, sementara hubungan silaturahmi dan harapan untuk kemajuan daerah tetap terjaga.
Adapun serah terima jabatan Lurah Bangkuang dijadwalkan dilaksanakan setelah rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.
Di tengah ancaman kekeringan dan karhutla, masyarakat Bangkuang memilih memperkuat ikhtiar dengan dua jalan sekaligus, yakni menjaga lingkungan dan mengetuk pintu langit melalui doa.
Semoga hujan yang dinanti segera turun, membawa kesejukan bagi tanah yang mengering dan menjadi penawar bagi kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman karhutla.(Red/J)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA
