704 Karhutla Hanguskan 671,5 Hektare, Pemkab Barito Timur Perkuat Kesiapsiagaan


Tamiang Layang, Betang.tv – Pemerintah Kabupaten Barito Timur memperkuat langkah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi cuaca kering yang masih berpotensi memicu kebakaran. Evaluasi menyeluruh dilakukan untuk memastikan penanganan di lapangan berjalan efektif sekaligus meminimalkan dampak terhadap masyarakat.

Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Timur, Misnohartaku, memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Karhutla di Ruang Rapat Bupati Barito Timur, Kamis (1/10/2026). Rapat tersebut menjadi forum untuk mengevaluasi perkembangan kejadian karhutla, status tanggap darurat, distribusi air bersih, dampak kesehatan masyarakat hingga dukungan anggaran penanganan bencana.

Dalam rapat tersebut, BPBD Damkar Barito Timur melaporkan sebanyak 704 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar mencapai 671,5 hektare secara kumulatif.

Meskipun tren kejadian dilaporkan mengalami penurunan, sejumlah titik panas masih terpantau meningkat dan sebagian berada di lokasi yang sulit dijangkau petugas. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah, terlebih cuaca diperkirakan masih kering hingga Oktober.

Misnohartaku menekankan pentingnya menjaga kesiapsiagaan seluruh unsur dan memperkuat koordinasi lintas sektor. Pembaruan data kejadian juga diminta dilakukan setiap hari agar perkembangan situasi dapat dipantau secara akurat dan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan.

Selain itu, kebutuhan operasional petugas di lapangan menjadi perhatian, mulai dari ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), peralatan pemadaman hingga dukungan personel dari perangkat daerah.

Posko Kabupaten tetap difungsikan sebagai pusat informasi dan koordinasi, sehingga setiap perkembangan di lapangan dapat segera diteruskan kepada unsur terkait untuk mendapatkan respons sesuai kebutuhan.

Dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat turut menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut. Dinas Kesehatan melaporkan sebanyak 2.336 kasus gangguan kesehatan terkait kondisi yang terjadi, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta 173 kasus diare selama periode 18 Agustus hingga 30 September 2026.

Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan dan kualitas udara, sekaligus menyiapkan kebutuhan pelayanan kesehatan, obat-obatan serta masker bagi masyarakat yang terdampak.

Di sisi lain, kebutuhan air bersih juga menjadi bagian penting dalam penanganan dampak bencana. Hingga saat ini, distribusi air bersih yang telah disalurkan tercatat mencapai 4.460 liter.

Rapat koordinasi tersebut juga membahas evaluasi perpanjangan status tanggap darurat, penyaluran bantuan air bersih, dukungan operasional bagi relawan serta pertanggungjawaban penggunaan Dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

Pemerintah Kabupaten Barito Timur menekankan bahwa penanganan karhutla membutuhkan keterlibatan dan sinergi seluruh unsur. Dengan koordinasi yang semakin kuat, pembaruan data yang konsisten serta kesiapan sumber daya di lapangan, upaya penanganan diharapkan dapat dilakukan lebih cepat sekaligus memperkuat perlindungan terhadap masyarakat dari dampak karhutla dan potensi kebakaran susulan.(Red/R)


Periksa Juga

Pemkab Bartim Perkuat Transformasi Digital, Nilai Sementara Pemdi 2026 Capai 1,76

        Pengunjung : 623 Tamiang Layang, Betang.tv – Pemerintah Kabupaten Barito Timur terus memperkuat penyelenggaraan …

Tinggalkan Balasan