Buntok, Betang.tv – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, denyut kebersamaan mulai terasa di Kelurahan Bangkuang, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Di tengah kesibukan menjelang Lebaran, warga setempat justru tampak semakin bergairah menyiapkan berbagai dekorasi dan ornamen untuk memeriahkan lomba takbiran malam Idulfitri.
Di sejumlah sudut kampung, warga terlihat bergotong royong merangkai hiasan, menyiapkan atribut, hingga menyusun konsep dekorasi yang akan menghiasi arak-arakan takbiran.
Suasana penuh semangat itu menjadi gambaran kuat tradisi kebersamaan masyarakat dalam menyambut hari kemenangan.
Asnan (32), warga RT 16 Kelurahan Bangkuang yang juga nakhoda kelompok bagarakan sahur sekaligus koordinator kelompok takbiran dari lingkungan Masjid Besar Hidayatussalikin Bangkuang, mengatakan bahwa partisipasi dalam lomba takbiran telah menjadi tradisi tahunan yang selalu dinanti warga.
“Setiap tahun kami selalu ikut. Persiapannya biasanya dimulai beberapa hari sebelum Lebaran. Tahun ini kami tetap mengusung dekorasi bertema ornamen masjid seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Asnan, Rabu (18/3/2026).
Menurutnya, lomba takbiran bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan momentum untuk mempererat kebersamaan warga sekaligus menghidupkan syiar Islam di tengah masyarakat.
Antusiasme serupa juga dirasakan Supiannor (43), warga yang turut terlibat dalam proses pembuatan dekorasi. Ia mengaku kegiatan tersebut menjadi ruang kebersamaan yang mempertemukan warga dari berbagai usia.
“Yang penting meramaikan malam Lebaran. Soal juara atau tidak itu urusan belakangan. Yang kami nikmati adalah kebersamaan saat mempersiapkannya,” katanya.
Sementara itu, Lurah Bangkuang H Muhammad Iqbal menjelaskan bahwa lomba takbiran tingkat kelurahan tersebut memang dirancang untuk menghidupkan tradisi religius masyarakat sekaligus mendorong kreativitas warga.
Ia menyebutkan, terdapat sejumlah kriteria penilaian yang akan menjadi acuan dewan juri dalam menentukan pemenang.
“Penilaian meliputi ketepatan bacaan syair takbir sesuai tajwid, keserasian antara lantunan takbir dengan musik tradisional yang digunakan, kerapian barisan peserta, keseragaman busana, hingga keselarasan dekorasi dan ornamen yang ditampilkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, lomba takbiran tahun ini melibatkan panitia gabungan yang terdiri dari Pemerintah Kecamatan Karau Kuala, Kelurahan Bangkuang, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Karau Kuala.
Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat semangat kebersamaan dan menjaga tradisi takbiran sebagai bagian dari warisan budaya religius masyarakat.
Di Kelurahan Bangkuang, malam takbiran bukan hanya tentang gema takbir yang menggema di udara, tetapi juga tentang kerja bersama, kreativitas warga, serta semangat gotong royong yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Pada lomba takbiran malam Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi ini, panitia penyelenggara yang tergabung dari Pemerintah Kecamatan Karau Kuala, Kelurahan Bangkuang, MUI dan KNPI Karau Kuala.(Jky)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA
