Palangka Raya, Betang.tv – Persoalan antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang sempat mengganggu aktivitas masyarakat di Kalimantan Tengah, khususnya Kota Palangka Raya, mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.
Kondisi tersebut dinilai sebagai hasil dari kuatnya desakan publik serta sorotan luas dari berbagai elemen masyarakat dan media.
Menanggapi perkembangan itu, Aliansi Masyarakat Kalteng Bergerak menyampaikan pernyataan resmi di Palangka Raya, Minggu (10/5/2026).
Perwakilan aliansi, Aris, menegaskan apresiasi kepada masyarakat, aparat pemerintah, dan seluruh pihak yang dinilai cepat merespons persoalan distribusi BBM yang beberapa hari terakhir menjadi perhatian publik.
Namun demikian, ia menilai langkah penanganan yang kini dilakukan tidak dapat dilepaskan dari tekanan publik yang terus menguat, termasuk derasnya pemberitaan media terhadap dampak yang dirasakan masyarakat.
“Kami menyadari langkah-langkah penyelesaian yang diambil pihak berwenang tidak terlepas dari kuatnya tekanan publik dan masifnya pemberitaan media,” ujar Aris didampingi Koordinator Aksi, Afan Safrian.
Aliansi tersebut juga memberikan penghargaan kepada insan pers yang dinilai konsisten mengawal persoalan kelangkaan dan antrean BBM di lapangan.
Menurut mereka, pemberitaan media memiliki peran penting dalam menyuarakan keresahan masyarakat hingga menjadi perhatian para pemangku kebijakan.
“Tanpa dedikasi rekan-rekan media yang terus memberitakan penderitaan masyarakat di SPBU, suara rakyat bisa saja hilang tanpa respons yang nyata,” tegasnya.
Meski situasi di sejumlah SPBU mulai berangsur normal, Aliansi Masyarakat Kalteng Bergerak menegaskan pengawasan terhadap kebijakan distribusi BBM akan terus dilakukan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Aris menyebut gerakan tersebut lahir dari keprihatinan mendalam melihat masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam demi memperoleh BBM untuk kebutuhan sehari-hari.
“Jantung kami bergetar melihat rakyat harus menguras waktu, tenaga, bahkan aktivitas ekonomi mereka hanya demi mendapatkan haknya di SPBU. Karena itu, kami akan terus mengawal persoalan ini hingga akar masalahnya benar-benar terselesaikan,” pungkasnya.(Red/J)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA
