Video Dokumenter Bawa Umat Bernostalgia ke Momen Tahbisan Uskup Aloysius Tahun 2001


Palangka Raya, Betang.tv – Uskup Palangka Raya, Mgr. Dr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, MSF, merayakan Pesta Perak 25 tahun Tahbisan Episkopal yang jatuh pada 7 Mei 2026. Perayaan ini menjadi momentum penuh syukur sekaligus refleksi atas seperempat abad perjalanan penggembalaan umat Katolik di Kalimantan Tengah.

Salah satu rangkaian kegiatan dalam perayaan tersebut adalah mengenang kembali momen tahbisan episkopal Mgr Aloysius di Gereja Katedral Santa Maria Palangka Raya pada 7 Mei 2001. Kenangan itu dihadirkan melalui pemutaran video dokumenter yang berlangsung di Aula Magna Keuskupan Palangka Raya, Sabtu (9/5/2026).

Acara tersebut dihadiri Sekretaris Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Monsignor (Mgr) Michael Andrew Pawlowicz, para uskup, para pastor, umat Paroki Yesus Gembala Yang Baik dan Paroki Katedral Santa Maria Palangka Raya, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Mgr Aloysius menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh umat Katolik selama dirinya memimpin Keuskupan Palangka Raya dalam 25 tahun terakhir.

Ia menegaskan bahwa tahbisan episkopal bukanlah sebuah kehormatan pribadi, melainkan panggilan untuk menjadi gembala yang melayani dengan kasih, kerendahan hati, dan keberpihakan kepada umat.

“Menjadi uskup bukan untuk dimuliakan, tetapi untuk melayani Tuhan dan umat dengan hati yang penuh belas kasih,” ungkapnya.

Selama seperempat abad menjalankan tugas penggembalaan di Kalimantan Tengah, Mgr Aloysius mengaku banyak mengalami suka dan duka bersama umat di berbagai wilayah pelayanan.

Dikenal sebagai sosok sederhana dan dekat dengan umat, Mgr Aloysius aktif mengunjungi paroki maupun stasi hingga pelosok Kalimantan Tengah. Selain mempererat hubungan pastoral dengan umat, kunjungan tersebut juga dilakukan untuk pelayanan sakramen, termasuk Sakramen Krisma.

Mgr. Dr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, MSF lahir di Pandes, Wedi, Klaten, Jawa Tengah, pada 18 Mei 1953. Ia ditahbiskan menjadi imam pada 6 Januari 1981 oleh Kardinal Justinus Darmojuwono.

Pada 23 Januari 2001, ia terpilih menjadi Uskup Palangka Raya dan ditahbiskan sebagai uskup di Gereja Katedral Santa Maria Palangka Raya pada 7 Mei 2001 oleh Mgr Julius Darmaatmadja, SJ.

Dalam tradisi Gereja Katolik, tahbisan episkopal merupakan momen sakral ketika seorang imam diangkat menjadi uskup melalui penumpangan tangan. Tahbisan ini menandai kepenuhan Sakramen Imamat, sekaligus menjadikan seorang uskup sebagai penerus para rasul dan gembala umat dalam Gereja Katolik.

Perayaan Pesta Perak Episkopal ini tidak hanya menjadi ungkapan syukur pribadi bagi Mgr Aloysius, tetapi juga menjadi momentum kebersamaan umat Katolik Kalimantan Tengah untuk mengenang perjalanan pelayanan Gereja selama 25 tahun terakhir. (Mink_red)


Periksa Juga

Hangat dan Penuh Kekeluargaan, Gubernur Agustiar dan Uskup Aloysius Saling Apresiasi di Pesta Perak Episkopal

        Pengunjung : 198 Palangka Raya, Betang.tv – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai perayaan …

Tinggalkan Balasan