Dari Benih Jadi Pohon, Talkshow Pesta Perak Tahbisan Episkopal Uskup Aloysius Penuh Kisah Menginspirasi


Palangka Raya, Betang.tv, – Nuansa haru, hangat, dan penuh rasa syukur menyelimuti Talkshow Kreatif bertajuk “Dari Benih Menjadi Pohon: Menghidupkan Memori di Masa Lampau, Mensyukuri Masa Sekarang, dan Menatap Masa Depan Penuh Harapan” yang digelar dalam rangkaian Pesta Perak tahbisan Episkopal Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, MSF,  di Aula Magna Keuskupan Palangka Raya, Jumat (8/5/2026)

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah tokoh yang menjadi saksi perjalanan panjang kepemimpinan Uskup Aloysius selama 25 tahun sejak ditahbiskan pada 7 Mei 2001. Mereka di antaranya Prof Petrus Poerwadi, RP T.L. Atsui Wiyatngow, Dr F.X. Manesa, dan Sr Elisabeth.

Dalam sambutan pengantarnya, Uskup Aloysius mengaku tidak menyangka perayaan syukur tahbisan episkopalnya mendapat sambutan begitu besar dari umat dan masyarakat. Baginya, seluruh rangkaian kegiatan menjadi tanda kasih dan kebersamaan yang tumbuh selama masa pelayanan.

“Saya sendiri tidak membayangkan akan dirayakan sampai seperti ini. Secara spontan patut kita syukuri, kita harus lebih bersyukur lagi karena apa yang kita alami lebih dari yang kita harapkan,” tutur Uskup Aloysius.

Dipandu moderator RD Andreas Jimmy Niman, talkshow berlangsung hangat dengan berbagai kisah dan kesaksian yang menggambarkan sisi kepemimpinan, keteladanan, hingga kedekatan Uskup Aloysius dengan umat dan para pelayan gereja.

RP T.L. Atsui Wiyatngow menggambarkan Uskup Aloysius sebagai pribadi yang melayani dengan kemurahan hati dan ketulusan.

“Jika diminta menggambarkan Uskup Aloysius dalam satu kalimat, maka kalimat saya adalah pelayanan yang murah hati,” ujarnya.

Sementara itu, Prof Petrus Poerwadi memilih kata “tenang” sebagai gambaran paling sederhana namun mendalam tentang sosok Uskup Aloysius. Menurut akademisi Universitas Palangka Raya tersebut, ketenangan menjadi ciri khas kepemimpinan Uskup Aloysius dalam menghadapi berbagai tantangan dan dinamika pelayanan gereja.

“Monsinyur selalu tenang dalam menghadapi segala situasi. Beliau pendengar yang sangat baik, tidak akan memberi tanggapan jika tidak diminta. Beliau mendengarkan orang berbicara tanpa terpancing dalam situasi yang panas, lalu baru memberikan komentar ketika diminta pertimbangan,” tutur Prof Petrus.

Melalui talkshow tersebut, para peserta diajak tidak hanya mengenang perjalanan pelayanan Uskup Aloysius selama seperempat abad, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai keteladanan, kesederhanaan, dan semangat pengabdian yang terus relevan untuk masa depan gereja dan masyarakat. (Red)


Periksa Juga

Sekretaris Dubes Vatikan Hadiri Pesta Perak Episkopal Uskup Palangkaraya

        Pengunjung : 163 Foto : Mgr. Michael Andrew Pawlowicz, Sekretaris Dubes Vatikan untuk Indonesia …

Tinggalkan Balasan