Palangka Raya Betang.tv,– Keuskupan Palangka Raya menandai langkah besar dalam pengembangan pusat spiritual dan pembinaan umat Katolik di Kalimantan Tengah melalui peletakan batu pertama pembangunan Domus Oremus, Mission Center, dan Rumah Uskup di kawasan Catholic Center, Jalan Da Tawa, Kecamatan Jekan Raya, Palangka Raya, Jumat (8/5/2026).
Prosesi peletakan batu pertama dipimpin langsung oleh Mgr Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, MSF, sebagai bagian dari rangkaian syukur 25 tahun tahbisan episkopalnya. Pembangunan tersebut menjadi simbol penguatan pelayanan gereja sekaligus komitmen menghadirkan ruang spiritual yang terbuka bagi masyarakat luas.
Uskup Aloysius menegaskan bahwa rasa syukur tidak cukup diwujudkan melalui ucapan, melainkan harus hadir dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi sesama.
“Syukur itu bukan hanya ucapan di bibir. Harus ada tindakan nyata. Maka salah satu bentuk syukur itu diwujudkan dengan mendirikan Domus Oremus dan Mission Center ini,” ujarnya.
Salah satu fasilitas utama yang mulai dibangun adalah Domus Oremus atau “Rumah Marilah Kita Berdoa”. Fasilitas ini dipersiapkan sebagai pusat doa dan refleksi bagi umat maupun peziarah yang datang ke kawasan Catholic Center.
Menurut Uskup Aloysius, keberadaan rumah doa tersebut diharapkan mampu menghadirkan suasana teduh dan mendalam bagi siapa saja yang ingin membangun relasi spiritual dengan Tuhan.
“Supaya umat yang datang ke sini bukan sekadar berjalan-jalan atau berziarah saja, tetapi sungguh-sungguh datang untuk berdoa dan membangun relasi dengan Tuhan,” katanya.
Domus Oremus nantinya juga akan difungsikan sebagai pusat pembinaan spiritual yang menghadirkan ketenangan di tengah dinamika kehidupan modern.
Selain rumah doa, Keuskupan Palangka Raya turut membangun Mission Center yang akan menjadi pusat pembekalan umat awam dalam menjalankan misi gereja. Fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan pelatihan pastoral, penguatan kapasitas pelayanan, hingga pembelajaran teknik pewartaan agar umat mampu menjalankan perutusan gereja secara maksimal dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Untuk bermisi dibutuhkan cara, teknik, dan pembekalan yang baik. Karena itu tempat ini akan menjadi pusat pembinaan agar umat dapat menjalankan perutusan gereja dengan maksimal sesuai kehendak Allah,” tegasnya.
Foto : RD Alfonsus Danang Widhi Anggoto, Direktur Catholic Center Keuskupan Palangka Raya
Di lokasi yang sama, Direktur Catholic Center, Pastor Alfonsus Danang Widhi Anggoro menyebut pembangunan kawasan tersebut merupakan amanah langsung dari Keuskupan Palangka Raya sebagai bentuk syukur yang diwujudkan melalui pelayanan nyata.
Menurut Pastor Danang, Catholic Center tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat religi, tetapi juga menjadi ruang edukasi, sosial, dan budaya yang inklusif bagi masyarakat.
“Kami ditugaskan membangun kawasan ini sebagai bentuk syukur yang diwujudkan dalam aksi nyata untuk mendukung tugas dan tanggung jawab Keuskupan Palangka Raya,” ujarnya.
Selain Domus Oremus dan Rumah Uskup, kawasan Catholic Center juga direncanakan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti Rumah Emeritus bagi imam purnatugas, seminari calon imam, hingga Tendopoli yang mengangkat nilai adat dan budaya lokal Kalimantan Tengah.
Pastor Danang menegaskan kawasan tersebut terbuka bagi seluruh kalangan tanpa membedakan latar belakang.
“Ini rumah kita bersama. Siapa saja boleh datang untuk berdoa, mencari ketenangan, bermeditasi, atau menikmati suasana damai di tempat ini,” katanya.
Pembangunan Catholic Center diharapkan menjadi ikon baru di Kalimantan Tengah yang memadukan spiritualitas, pendidikan, budaya, dan semangat persaudaraan. Keuskupan Palangka Raya optimistis keberadaan kawasan tersebut nantinya tidak hanya memperkuat kehidupan iman umat Katolik, tetapi juga menjadi ruang dialog, harmoni, dan kebersamaan bagi seluruh masyarakat. (Red)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA
