Palangka Raya, Betang.tv – Harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite di Kota Palangka Raya mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir, khususnya di tingkat eceran. Kenaikan ini terjadi seiring antrean panjang di sejumlah SPBU serta adanya pembatasan pembelian BBM.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (5/5/2026), antrean kendaraan terlihat di berbagai titik, di antaranya Jalan RTA Milono, Seth Adji, Bukit Kaminting, Jalan G. Obos, Yos Sudarso, Rajawali, hingga Jalan Temanggung Tilung, Jalan Tjilik Riwut, serta sejumlah ruas lainnya di Kota Cantik Palangka Raya.
Di tingkat eceran, harga Pertalite kini mencapai sekitar Rp.15.000 per liter, naik dari sebelumnya yang berkisar Rp.12.000 per liter. Sementara itu, BBM jenis Pertamax dijual dengan harga bervariasi antara Rp16.000 hingga Rp.18.000 per liter.
Kenaikan harga ini terjadi di tengah kondisi pasokan BBM yang tidak selalu tersedia di sejumlah SPBU. Akibatnya, antrean kendaraan baik roda dua maupun roda empat terpantau panjang setiap hari.
Kondisi tersebut memicu keluhan dari masyarakat. Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
Bahkan terpantau di sejumlah ruas jalan, ada warga yang terpaksa menyeret sepeda motornya karena kehabisan bahan bakar.
Tak sedikit pula warga yang memilih mengurangi mobilitas karena terbatasnya ketersediaan bahan bakar.
Menanggapi situasi ini, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Surat Edaran Wali Kota Nomor 750/318/DPKUKMP-DAG.1/V/2026 mengimbau para pelaku usaha agar tidak melakukan penimbunan, baik terhadap bahan pokok maupun BBM, yang berpotensi menyebabkan kelangkaan dan lonjakan harga.
Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), guna menjaga stabilitas pasokan dan mencegah kondisi semakin memburuk. (Red)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA
Foto ; ilustrasi