Foto ; Yakobus Dapa Toda, S. Pd, Praktisi Pendidikan
Palangka Raya, Betang.tv – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax dalam dua pekan terakhir mulai dikeluhkan warga di berbagai wilayah Kalimantan Tengah, terutama di Kota Palangka Raya dan sejumlah kabupaten lainnya pada awal Mei 2026.
Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU. Bahkan, di beberapa lokasi, stok Pertamax dilaporkan kosong selama dua hari berturut-turut.
Kelangkaan juga berdampak pada pedagang eceran BBM. Jika biasanya lapak penjual dipenuhi botol berisi Pertalite maupun Pertamax, kini bahan bakar tersebut sulit ditemukan. Kalaupun tersedia, harga jual mengalami lonjakan tajam.
Harga Pertamax eceran yang sebelumnya berkisar Rp15 ribu per liter, kini menembus Rp25 ribu per liter akibat terbatasnya pasokan di lapangan. Sementara Pertalite, juga tembus hingga Rp. 25.000 ped liter jika tersedia di eceran.
Situasi ini mulai mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Salah seorang warga Palangka Raya, Yakobus Dapa Toda, mengaku kesulitan memperoleh BBM untuk menunjang aktivitas bekerja.
Pria yang berprofesi sebagai tenaga pendidik di salah satu SMP Negeri di Kota Palangka Raya itu mengatakan, dirinya sangat bergantung pada kendaraan roda dua untuk pergi mengajar karena jarak tempuh menuju sekolah cukup jauh.
“Biasanya satu kali isi penuh tangki motor cukup untuk tiga hari. Sekarang harus antre panjang dan kadang tidak kebagian,” ujarnya.
Yakobus khawatir jika kondisi ini terus berlangsung, aktivitas masyarakat dan kegiatan ekonomi akan semakin terganggu. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan BBM yang terjadi di Kalimantan Tengah.
Selain itu, Yakibus juga meminta aparat penegak hukum bertindak tegas apabila ditemukan adanya praktik penimbunan BBM oleh oknum tertentu yang diduga memanfaatkan situasi demi meraup keuntungan pribadi. (Mink_red)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA