Palangka Raya, Betang.tv – Di tengah suasana bulan kemerdekaan yang sarat dengan semangat kebersamaan, kepedulian tidak selalu hadir dalam bentuk seremoni. Di Palangka Raya, semangat itu diwujudkan dengan cara sederhana, yakni menyambangi mereka yang tetap berjaga ketika sebagian masyarakat telah beristirahat.
Para petugas dan relawan pemadam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi bagian dari mereka yang bekerja dalam senyap. Ketika api mengancam kawasan dan asap menyelimuti sejumlah wilayah, mereka berada di garis depan, berjibaku memastikan bara tidak meluas dan membahayakan masyarakat.
Semangat untuk menguatkan mereka itulah yang dilakukan Relawan Sosial dan Kemanusiaan Habar Kalimantan Tengah (HKT), Selasa (18/8/2026) malam. Berbekal amanah dari seorang donatur, HKT menyalurkan makanan ringan berupa sejumlah jenis kue dan air mineral kepada petugas dan relawan yang tengah bersiaga menjalankan tugas pemadaman karhutla di wilayah Kota Palangka Raya.
Bagi HKT, pemberian tersebut bukan sekadar makanan ringan. Ada pesan kemanusiaan yang hendak disampaikan bahwa di balik perjuangan para pemadam menghadapi panas, asap, dan kelelahan, terdapat masyarakat yang melihat, menghargai, dan mendoakan kerja mereka.
Ketua HKT, Dwi Sugiarto, menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan moral kepada para petugas dan relawan yang sedang menjalankan tugas di lapangan.
Menurutnya, momentum bulan kemerdekaan semestinya tidak berhenti pada perayaan dan simbol-simbol seremonial. Kemerdekaan juga dapat dimaknai melalui tindakan nyata untuk saling menguatkan, terutama kepada mereka yang bekerja menjaga keselamatan lingkungan dan masyarakat.
“Bulan kemerdekaan ini menjadi momentum bagi kita untuk saling berbagi dan memberikan semangat kepada saudara-saudara kita yang sedang bertugas,” ujar Sugie, sapaan akrab Dwi Sugiarto.
Ia mengatakan, meski bantuan yang disalurkan sederhana, pihaknya berharap perhatian tersebut dapat menjadi penyemangat bagi para petugas dan relawan yang menghadapi tantangan di lapangan.
Karhutla bukan semata persoalan api. Di balik kepulan asap dan titik panas, terdapat ancaman terhadap lingkungan, kesehatan, aktivitas masyarakat, hingga kualitas kehidupan warga. Karena itu, upaya penanggulangan tidak hanya membutuhkan kekuatan personel dan peralatan, tetapi juga dukungan sosial dari berbagai elemen masyarakat.
Dalam konteks itulah, kepedulian menjadi bagian penting dari semangat gotong royong. Petugas dan relawan membutuhkan dukungan bukan hanya ketika api membesar, tetapi juga ketika tenaga mulai terkuras dan tugas belum kunjung usai.
Langkah kecil yang dilakukan HKT malam itu menjadi pengingat bahwa perjuangan menjaga lingkungan tidak selalu harus dilakukan dengan berada di garis api. Memberikan perhatian, makanan, dukungan moral, maupun memastikan para pejuang di lapangan tidak merasa bekerja sendirian, juga merupakan bentuk kontribusi.
Di tengah peringatan 81 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, pesan itu terasa semakin relevan. Kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui kibaran Merah Putih, tetapi juga melalui kepedulian yang hidup di antara sesama.
Sebab, ketika sebagian orang merayakan kemerdekaan dengan sukacita, ada mereka yang tetap menyalakan keberanian di tengah panas dan asap. Dan malam itu, sebungkus kue serta sebuah perhatian sederhana menjadi cara untuk mengatakan kepada para petugas dan relawan, yaitu perjuangan kalian tidak luput dari perhatian.(Red/J)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA
