Tamiang Layang, Betang.tv – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Timur (Bartim) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Kepala Dinkes Kabupaten Barito Timur, dr. Jimmi W.S. Hutagalung, M.M.Kes., meminta masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki kepentingan mendesak. Imbauan tersebut disampaikannya saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Selasa (6/10/2026).
“Tidak usah keluar rumah dulu jika tidak penting. Kalau asap masuk rumah, tutup semuanya,” imbau dr. Jimmi.
Menurutnya, masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar ruangan perlu menggunakan masker dengan baik dan benar sebagai salah satu langkah untuk mengurangi paparan asap.
Selain itu, masyarakat juga dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih guna membantu menjaga kondisi tubuh selama kabut asap masih berlangsung.
dr. Jimmi menjelaskan, paparan asap dapat memicu sejumlah gangguan kesehatan, mulai dari iritasi kulit atau gatal-gatal, diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga gangguan pada mata.
Karena itu, ia meminta masyarakat tidak mengabaikan gejala kesehatan yang muncul selama kondisi kabut asap.
“Kalau ada batuk ataupun penyakit yang lain, silakan ke puskesmas,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar segera mendapatkan pemeriksaan apabila mengalami gangguan pernapasan, terlebih jika mulai merasakan sesak napas.
Dinkes Bartim, kata dia, telah menyiapkan dukungan pelayanan di tingkat puskesmas, termasuk ruangan dan bantuan oksigen bagi pasien yang membutuhkan.
“Bila ada terasa tidak nyaman di pernapasan, sesak, puskesmas sudah ada ruangan oksigen, bisa dioksigen untuk bantuan O₂,” jelasnya.
Di tengah kondisi tersebut, Dinkes Barito Timur mencatat jumlah kasus ISPA hingga 2 Oktober 2026 mencapai sekitar 2.411 kasus.
Meski angkanya masih cukup tinggi, dr. Jimmi menyebut perkembangan terbaru menunjukkan tren kasus ISPA mulai mengalami penurunan.
“Untuk saat ini kasus penyakit ISPA di wilayah Kabupaten Barito Timur untuk 2 Oktober itu sekitar 2.411, akan tetapi untuk trennya penyakit ISPA sekarang sudah mengalami penurunan,” ungkapnya.
Kendati demikian, ia meminta masyarakat tidak lengah. Penurunan tren kasus bukan berarti risiko akibat paparan kabut asap dapat diabaikan, terutama ketika kualitas udara masih terganggu.
Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan, perlu mendapatkan perhatian lebih dalam kondisi tersebut.
Dinkes Bartim pun mengajak masyarakat mengambil langkah pencegahan sejak dini. Mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup pintu dan jendela ketika asap masuk ke rumah, menggunakan masker dengan benar, memperbanyak konsumsi air putih, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan ketika mengalami keluhan merupakan langkah yang dapat dilakukan masyarakat.
Dengan kewaspadaan dan tindakan pencegahan sejak dini, risiko gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap diharapkan dapat diminimalkan, sembari penanganan karhutla terus dilakukan di lapangan.(Red/R)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA
