Sampit, Betang.tv – Menghadirkan pembelajaran yang kontekstual sekaligus mendorong guru menjadi pembelajar reflektif menjadi perhatian Tim Peneliti Program Pascasarjana Universitas Palangka Raya (PPs UPR).
Upaya tersebut diwujudkan melalui penelitian pengembangan Modul Project-Based Learning–Science, Technology, Engineering, and Mathematics (PjBL-STEM) Berbasis Lingkungan yang dilaksanakan di SMAN 1 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (31/7/2026).
Penelitian ini diketuai Dr. Misrita, S.S., M.Hum., bersama tim peneliti yang terdiri atas dosen dan mahasiswa Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Inggris, Program Pascasarjana UPR.
Kegiatan awal penelitian di SMAN 1 Sampit diisi dengan pemaparan materi dan diskusi bersama para guru. Forum tersebut menjadi ruang untuk menggali kebutuhan, pengalaman, sekaligus berbagai tantangan yang dihadapi guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis proyek serta memanfaatkan isu lingkungan sebagai sumber belajar.
Modul yang dikembangkan memadukan pendekatan Project-Based Learning (PjBL) dengan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), dengan lingkungan sebagai konteks utama pembelajaran.
Melalui pendekatan tersebut, pembelajaran diarahkan agar tidak berhenti pada penguasaan materi, tetapi juga menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata yang berada di sekitar peserta didik. Lingkungan lokal diposisikan sebagai sumber belajar yang dapat mendorong siswa untuk mengamati, menganalisis, memecahkan masalah, dan menghasilkan gagasan berdasarkan pengalaman nyata.
Di sisi lain, penelitian ini memberikan perhatian khusus terhadap keterampilan menulis reflektif guru. Refleksi dipandang sebagai bagian penting dalam pengembangan profesional karena guru tidak hanya dituntut mendeskripsikan proses pembelajaran yang telah berlangsung, tetapi juga memahami pengalaman tersebut secara kritis.
Melalui kemampuan reflektif, guru diharapkan mampu mengidentifikasi keberhasilan dan kendala dalam pembelajaran, menganalisis pengalaman yang diperoleh, serta merumuskan langkah perbaikan untuk proses pembelajaran berikutnya.
Keterlibatan guru SMAN 1 Sampit menjadi bagian penting dalam tahapan penelitian. Berbagai masukan dan pengalaman yang disampaikan guru akan menjadi bahan pertimbangan tim peneliti dalam menyusun serta menyempurnakan modul agar sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Dengan menempatkan guru sebagai mitra dalam proses pengembangan, modul yang dihasilkan diharapkan tidak hanya memiliki landasan akademik, tetapi juga bersifat aplikatif dan relevan dengan kondisi pembelajaran di sekolah.
Dr. Misrita bersama tim PPs UPR berharap penelitian tersebut dapat menghasilkan modul yang mampu memperkuat penerapan PjBL dan STEM sekaligus menumbuhkan budaya refleksi di kalangan guru.
Lebih jauh, pemanfaatan persoalan lingkungan lokal sebagai konteks pembelajaran diharapkan dapat membuka ruang bagi terciptanya proses belajar yang lebih bermakna, kontekstual, dan dekat dengan kehidupan peserta didik.
Kegiatan penelitian berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, diskusi, serta pertukaran pengalaman antara tim peneliti dan guru SMAN 1 Sampit.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam rangkaian pengembangan dan penyempurnaan Modul PjBL-STEM Berbasis Lingkungan, sekaligus bagian dari upaya PPs UPR mendorong pengembangan profesional guru dan inovasi pembelajaran yang berangkat dari kebutuhan nyata di sekolah.(Red/J)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA
