Ketika Pemadaman Berulang Menjadi Rutinitas, Ada yang Harus Dievaluasi


Oleh: Jhon Kenedy

Listrik bukan lagi sekadar kebutuhan penunjang, melainkan fondasi utama bagi hampir seluruh aktivitas masyarakat. Ketika aliran listrik padam, yang terhenti bukan hanya lampu penerangan, tetapi juga roda perekonomian, proses belajar, pelayanan pemerintahan, hingga layanan kesehatan yang bergantung pada pasokan listrik yang stabil.

Karena itu, pemadaman listrik yang kembali berulang di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah tidak semestinya dipandang sebagai persoalan teknis yang lumrah. Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin modern dan digital, masyarakat berhak mempertanyakan mengapa gangguan serupa masih terus terjadi dan kapan solusi yang benar-benar menyeluruh dapat diwujudkan.

Dampak pemadaman jauh lebih luas daripada sekadar ketidaknyamanan. Pelaku usaha mengalami kerugian akibat terhentinya aktivitas produksi, masyarakat kesulitan menjalankan pekerjaan, dan pelayanan publik berpotensi terganggu. Yang paling mengkhawatirkan adalah apabila pemadaman terjadi di fasilitas kesehatan. Meski rumah sakit memiliki sumber listrik cadangan, keberadaan genset bukanlah solusi utama, melainkan hanya langkah darurat yang tidak dirancang untuk menggantikan pasokan listrik secara terus-menerus.

Kondisi ini menjadi pengingat bahwa keandalan sistem kelistrikan merupakan bagian penting dari kualitas pelayanan kepada masyarakat. Transparansi mengenai penyebab gangguan, langkah penanganan, serta upaya pencegahan perlu disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi maupun menurunkan kepercayaan publik.

Di sisi lain, perhatian yang ditunjukkan Pemerintah Provinsi Kalteng terhadap persoalan ini merupakan langkah yang patut diapresiasi. Namun, perhatian saja tidak cukup apabila tidak diikuti dengan penyelesaian yang terukur, koordinasi yang kuat, serta komitmen seluruh pihak terkait untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan.

Masyarakat tidak menuntut sesuatu yang berlebihan. Mereka hanya menginginkan kepastian bahwa listrik menyala ketika dibutuhkan. Sebab, di era ketika hampir seluruh sendi kehidupan bergantung pada energi listrik, pemadaman yang terus berulang bukan lagi sekadar gangguan teknis, melainkan cerminan kualitas pelayanan publik yang harus terus diperbaiki.

Pada akhirnya, persoalan listrik bukan hanya tentang padam atau menyala. Ini adalah soal kepercayaan. Semakin sering masyarakat menghadapi pemadaman tanpa kepastian solusi, semakin besar pula harapan agar pihak yang bertanggung jawab tidak hanya sigap memadamkan persoalan sesaat, tetapi juga mampu menghadirkan sistem yang andal, berkelanjutan, dan berpihak pada kepentingan publik.()


Tinggalkan Balasan