Palangka Raya, Betang.tv – Uskup Keuskupan Palangka Raya, Mgr. DR. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka mengenang perjalanan panjang 25 tahun pengabdiannya memimpin Keuskupan Palangkaraya, Kalimantan Tengah, dalam Misa Syukur Pesta Perak Episkopal yang digelar di Swiss-Belhotel Danum Palangkaraya, Kamis (7/5/2026) sore.
Dalam homilinya, Uskup mengajak umat merefleksikan perjalanan pelayanan Gereja Katolik di Bumi Tambun Bungai sejak dirinya ditahbiskan sebagai Uskup Palangkaraya pada tahun 2001.
“Waktu itu jumlah paroki 15, yang mandiri baru tiga, sementara 12 paroki masih disubsidi Keuskupan,” ungkapnya.
Misa syukur berlangsung khidmat dengan Uskup sebagai selebran utama, didampingi sejumlah pastor konselebran. Hadir pula puluhan pastor dari berbagai paroki di Kalimantan Tengah, para suster, frater, bruder, serta ratusan umat Katolik.
Mgr Aloysius turut mengenang kondisi pelayanan pastoral pada awal kepemimpinannya. Saat itu, jumlah imam yang melayani di Keuskupan Palangkaraya hanya 26 pastor.
“Dari 26 pastor itu, hanya lima Projo, selebihnya dari tarekat MSF dan SVD,” kenangnya.
Namun setelah 25 tahun berlalu, perkembangan Keuskupan Palangkaraya dinilai sangat signifikan. Kini jumlah paroki bertambah menjadi 38 paroki dengan total 104 pastor yang melayani.
“Dari 38 paroki, sebanyak 29 sudah berstatus paroki mandiri. Ini yang patut kita syukuri,” katanya disambut tepuk tangan umat.
Menurutnya, peningkatan jumlah imam tidak lepas dari peran Seminari Menengah Raja Damai yang selama ini membina generasi muda calon pastor di Kalimantan Tengah.
Selain perkembangan di bidang pelayanan pastoral, Keuskupan Palangkaraya juga mencatat kemajuan dalam pelayanan sosial dan kesehatan. Saat ini, Keuskupan telah memiliki RS Katolik Betang Pambelum bertipe C sebagai wujud pelayanan kepada masyarakat luas.
Keuskupan juga membangun Catholic Center Palangkaraya di Jalan D.A. Tawa sebagai pusat pelayanan pastoral umat Katolik. Di kawasan tersebut kini berdiri berbagai fasilitas pendukung pelayanan keagamaan.
“Itu semua merupakan karya Roh Kudus,” tutur Uskup.
Perayaan Pesta Perak Episkopal ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang pelayanan Gereja Katolik di Kalimantan Tengah, sekaligus ungkapan syukur atas pertumbuhan Keuskupan Palangkaraya selama seperempat abad terakhir.
Mgr. Aloysius Maryadi Sutrisnaatmaka, MSF lahir di Pandes, Wedi, Klaten, Jawa Tengah, pada 18 Mei 1953. Ia ditahbiskan menjadi imam pada 6 Januari 1981 oleh Justinus Darmojuwono. (Red_mink)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA



