Manyipet Membidik Prestasi di FBIM 2026, Warisan Dayak yang Tetap Membara


Palangka Raya, Betang.tv, – Dentingan semangat budaya dan ketepatan membidik sasaran mewarnai pelaksanaan lomba Manyipet (menyumpit) dalam ajang Festival Budaya Isen Mulang 2026. Sebanyak 72 peserta dari 13 kabupaten dan satu kota se-Kalimantan Tengah ambil bagian dalam cabang olahraga tradisional khas Dayak yang digelar di Kompleks GOR Indoor Serbaguna Jalan Tjilik Riwut Km 5, Palangka Raya, Senin (18/5/2026).

Lomba Manyipet menjadi salah satu cabang budaya tradisional yang selalu menarik perhatian masyarakat setiap pelaksanaan FBIM. Selain mempertandingkan ketepatan dan konsentrasi, perlombaan ini juga menghadirkan nuansa budaya yang kuat melalui penampilan para peserta yang mengenakan busana adat khas daerah masing-masing. Warna-warni pakaian tradisional Dayak pun menambah semarak arena perlombaan sekaligus memperlihatkan kekayaan budaya Kalimantan Tengah yang tetap terjaga hingga kini.

Dalam perlombaan tersebut, setiap regu terdiri dari tiga peserta yang terbagi dalam kategori putra dan putri. Masing-masing peserta diberikan lima damek atau anak panah kecil untuk ditembakkan ke sasaran menggunakan sipet atau sumpit tradisional dengan target meraih nilai tertinggi.

Ketepatan bidikan, kestabilan napas, hingga fokus menjadi kunci utama dalam olahraga tradisional ini. Meski terlihat sederhana, manyipet membutuhkan teknik khusus dan latihan yang tidak mudah, karena peserta harus mampu mengendalikan arah dan kekuatan tiupan agar damek tepat mengenai sasaran.

Seluruh peserta yang tampil di FBIM 2026 sebelumnya telah melalui tahapan seleksi dan kualifikasi di daerah masing-masing. Dengan demikian, peserta yang berlaga merupakan perwakilan terbaik dari setiap kabupaten dan kota di Kalimantan Tengah.

Sebelum perlombaan dimulai, panitia terlebih dahulu melakukan pemeriksaan ketat terhadap seluruh peralatan yang digunakan peserta, mulai dari sipet hingga damek. Pemeriksaan dilakukan guna memastikan alat yang digunakan sesuai standar dan ketentuan perlombaan.

“Untuk ukuran damek minimal 15 sentimeter dan maksimal 20 sentimeter. Sedangkan panjang sumpit minimal 1,5 meter dan maksimal 2 meter. Setelah dilakukan pengecekan, seluruh alat peserta dinyatakan memenuhi aturan,” jelas panitia.

Lebih dari sekadar perlombaan, Manyipet menjadi simbol pelestarian warisan budaya masyarakat Dayak yang memiliki nilai sejarah dan filosofi mendalam. Dahulu, sumpit digunakan masyarakat Dayak sebagai alat berburu di hutan, namun kini berkembang menjadi olahraga tradisional yang sarat nilai sportivitas, ketelitian, dan pengendalian diri.

Melalui FBIM 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berharap olahraga tradisional manyipet semakin dikenal dan diminati generasi muda, sehingga budaya leluhur tetap lestari dan mampu menjadi kebanggaan daerah di tengah perkembangan zaman. (Red)


Periksa Juga

Musda III DAD Palangka Raya, Momentum Menjaga Marwah Adat Dayak

        Pengunjung : 399 Palangka Raya, Betang.tv — Dewan Adat Dayak (DAD) Kota Palangka Raya …

Tinggalkan Balasan