Palangka Raya, Betang.tv – Persoalan sampah dan kebersihan lingkungan masih menjadi tantangan di banyak kawasan yang terus berkembang. Berangkat dari kondisi tersebut, Tim Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Palangka Raya (UMP) menginisiasi kampanye lingkungan bersih yang dipadukan dengan aksi gotong royong bersama masyarakat di Kelurahan Petuk Katimpun, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Jumat (26/6/2026).
Program ini menjadi wujud kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya membangun budaya hidup bersih sekaligus memperkuat partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Seiring meningkatnya jumlah penduduk dan aktivitas ekonomi, volume sampah rumah tangga di kawasan tersebut juga terus bertambah sehingga membutuhkan perhatian bersama.
Kegiatan dipusatkan di sepanjang jalan utama Kelurahan Petuk Katimpun, salah satu kawasan dengan mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Pemilihan lokasi itu diharapkan mampu memberikan dampak langsung sekaligus menjadi contoh nyata pentingnya menjaga kebersihan ruang publik.
Tidak hanya melibatkan mahasiswa, kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari perangkat kelurahan serta masyarakat setempat. Kolaborasi telah dibangun sejak tahap perencanaan melalui koordinasi penentuan lokasi, waktu pelaksanaan, hingga sosialisasi kepada warga melalui ketua RT dan RW.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kampanye edukatif mengenai pentingnya memilah dan mengelola sampah rumah tangga secara benar. Setelah itu, mahasiswa bersama warga bergotong royong membersihkan sampah plastik di area publik serta menata saluran drainase agar aliran air tetap lancar dan tidak menimbulkan genangan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi tumbuh menjadi kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Semangat gotong royong yang selama ini menjadi bagian dari budaya masyarakat juga diharapkan kembali mengakar di tengah kehidupan perkotaan yang semakin dinamis.
Hasil kegiatan menunjukkan perubahan yang positif. Area yang menjadi sasaran tampak lebih bersih dan tertata, sementara masyarakat menyatakan komitmennya untuk melaksanakan kerja bakti secara berkala guna menjaga kebersihan lingkungan.
Meski sempat terkendala keterbatasan sarana pengangkutan sampah menuju tempat pembuangan akhir, hambatan tersebut dapat diatasi melalui koordinasi dengan pihak kelurahan untuk menjadwalkan pengangkutan sampah secara rutin. Sinergi antara mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan masyarakat pun menjadi modal penting dalam mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.(Red/J)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA
