Indikator Pendidikan Ditengah Pandemi Covid-19

  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Betangtv News-(OPINI) Pandemi Covid-19 yang melanda dunia sudah lebih dari sepuluh bulan, hal ini berdampak terhadap perubahan aktivitas belajar-mengajar.

Aktivitas pembelajaran daring menjadi pilihan untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas.

Akibatnya, banyak tenaga penndidik yang gagap menghadapi perubahan pembelajaran. Sementara itu, tidak ada cara lain untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 selain dengan membatasi pertemuan manusia dengan jumlah yang banyak.

Ketika orang-orang berdebat tentang masalah pendidikan yang tidak atau akan berpengaruh kepada murid-murid itu sendiri selama Covid-19 yang dilakukan secara daring, yang penting pendidikan terjalan sebagaimana mestinya.

Ketika pemerintah berusaha mengupayakan yang terbaik untuk para pendidik dan masyarakat Indonesia, dan masyarakat Indonesia mencoba berdamai dengan keadaan, saat itu menjadi pro dan kontra, harus tetap dijalankan agar terpenuhinya pendidikan 12 tahun di Indonesia.

Pembelajaran daring yang belum dipersiapkan secara matang berdampak terhadap metode pembelajaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik.

Pun demikian dengan peserta didik yang menerima atas pembelajaran, seringkali tidak memahami materi maupun penyampaian dari tenaga pendidik, dan juga membuat orang tua ikut ambil dalam mendampingi anak-anak mereka pada saat jam pembelajaran daring, tidak sedikit orang tua mengeluh akibat pembelajaran daring ini.

Masih menjadi pertanyaan, apakah protokol kesehatan akan efektif dijalankan anak-anak disekolah?

Berdasarkan IDAI terhadap kasus Covid-19 pada anak-anak yang terkonfirmasi terecatat sebanyak 584 dan 14 diantaranya meninggal dunia. Berbagai hal menimbulkan kekhawatiran di kalangan orang tua terkait dengan dibukanya kembali sekolah, persoalan transportasi juga memicu kegelisahan dari orang tua.

Jika Covid-19 masih tinggi, maka pembelajaran jarak jauh masih tetap dilanjutkan baik di tingkat PAUD, pendidikan dasar, pendidikan menengah hingga perguruan tinggi.

Tetapi, jika ada daerah yang tingkat penyebaran Covid-19 tidak terlalu tinggi, maka pembelajaran bisa dibuka secara parsial dan dengan keputusan dari Satgas Covid-19 setempat.

Oleh: Desfany Melianti R, Mahasiswi Universitas Muhammadiyah Malang.


  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Periksa Juga

Tim Putri Nansarunai Binaan HL Group Raih Kemenangan Mini Soccer 

        Pengunjung : 41 Tamiang Layang, Betangtv News, – Juara 1 yang diraih Tim Putri …