Buntok, Betang.tv – Puskesmas Babai, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan, terus memperkuat komitmennya dalam mempercepat pencegahan dan penanganan stunting melalui inovasi layanan kesehatan bertajuk TIM IPS (Intelijen Pencegahan Stunting). Program ini mengedepankan pendekatan proaktif berbasis data dengan sistem deteksi dini untuk memastikan setiap anak yang berisiko stunting segera memperoleh penanganan.
Kepala Puskesmas Babai, Achmad Ismail, mengatakan TIM IPS lahir sebagai jawaban atas tantangan penanganan stunting di wilayah kerja Puskesmas Babai. Melalui tim ini, petugas tidak lagi hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi secara aktif turun ke lapangan untuk mengidentifikasi anak dan keluarga yang membutuhkan pendampingan.
“Melalui inovasi ini, setiap anak yang teridentifikasi mengalami gangguan pertumbuhan atau berisiko mengalami stunting dapat segera memperoleh tindak lanjut sesuai kebutuhannya. Intervensi dilakukan secara terpadu melalui edukasi kepada orang tua, pemantauan asupan gizi, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan, pemberian intervensi sesuai program, hingga rujukan apabila ditemukan masalah kesehatan yang memerlukan penanganan lebih lanjut,” ujar Achmad Ismail, Senin (19/5/2025).
Dalam pelaksanaannya, TIM IPS mengintegrasikan berbagai sumber informasi, mulai dari hasil pemantauan Posyandu, kunjungan rumah, pemeriksaan kesehatan, hingga laporan kader dan masyarakat. Data tersebut kemudian dianalisis untuk memetakan kelompok sasaran prioritas sehingga intervensi dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.
Pendekatan jemput bola ini diharapkan mampu meminimalkan keterlambatan penanganan terhadap anak yang mengalami gangguan pertumbuhan. Selain memantau kondisi balita, tim juga memberikan pendampingan kepada keluarga agar memahami pentingnya pemenuhan gizi, pola asuh, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.
Achmad menegaskan, TIM IPS tidak hanya berperan sebagai tim pemantau, tetapi juga menjadi sistem deteksi dini dan respons cepat dalam upaya pencegahan stunting di wilayah kerja Puskesmas Babai.
Menurutnya, keberhasilan menekan angka stunting tidak dapat dicapai hanya oleh tenaga kesehatan. Karena itu, inovasi ini dibangun melalui kolaborasi lintas sektor dengan melibatkan pemerintah desa, kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga, PKK, tokoh masyarakat, serta keluarga sasaran sebagai mitra utama dalam pendampingan.
Sinergi tersebut menjadi fondasi penting agar setiap anak memperoleh perhatian sejak dini dan setiap keluarga mendapatkan dukungan secara berkesinambungan dalam memenuhi kebutuhan gizi dan kesehatan anak.
Mengusung semangat “menemukan lebih awal, menangani lebih cepat, dan mendampingi sampai tuntas,” TIM IPS diharapkan semakin memperkuat sistem pencegahan dan penanganan stunting di wilayah Puskesmas Babai. Inovasi ini juga menjadi bagian dari transformasi pelayanan kesehatan yang lebih responsif, proaktif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Melalui TIM IPS, Puskesmas Babai berupaya memastikan tidak ada anak yang terlewat dari pemantauan serta tidak ada keluarga yang menghadapi persoalan stunting tanpa pendampingan. Dengan kolaborasi yang kuat, pemanfaatan data yang akurat, dan pendekatan yang berpusat pada keluarga, upaya mewujudkan generasi yang sehat, tumbuh optimal, dan bebas stunting diharapkan semakin nyata.(Red/J)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA
