PEMKO ; KELOLA KOMPLEKS MAKAM SECARA PROFESIONAL, AMAN DAN NYAMAN

  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Palangka Raya, BetangTV News, – Seperti kita ketahui, di banyak tempat, kawasan pemakaman justru tidak dikelola dengan baik. Selain padat dan bertumpuk-tumpuk antara makam satu dan makam lainnya, kebersihan dan kerapian komplek pemakaman juga kurang terawat.

Hal inilah yang kerab menjadi problema yang harus dihadapi oleh Pemerintah di daerah guna menata dan menjadikan kawasan atau kompleks pemakaman agar lebih baik, teratur dan rapi. Sehingga warga yang ingin berziarah ataupun keluarga yang ingin memakamkan sanak saudaranya, merasa aman dan nyaman.

Di wilayah Kota Palangka Raya, tepatnya di lokasi Tempat Pemakaman Umum ( TPU) Jalan Tjilik Riwut, Kilometer 12, Pemerintah Kota Palangka Raya, sejak lama menyiapkan kawasan pemakaman umum, yang tertata, terawat dan dikelola secara profesional.

Kawasan yang memiliki luas lebih dari 100 hektar ini, dihibahkan Pemerintah Kota Palangka Raya, kepada 6 Lembaga Keagamaan  yang ada di daerah ini, seluas lebih dari 10 hektar untuk masing-masing lembaga.

Salah satunya adalah, Tempat Pemakaman Umum Katolik, yang saat ini masih belum dimanfaatkan, karena Yayasan Pengelola masih memanfaatkan tempat pemakaman umum kilometer 2,5 jalan Tjilik Riwut.

Walikota Palangka Raya, melalui Kepala Bidang Penataan Estetika dan Ruang Terbuka Hijau Dinas Perkim Kota, Muhammad Alpath, ST MT, usai menghadiri pemberkatan dan peletakkan batu pertama pembangunan TPU Katolik Huma Sinta Lestari belum lama ini, mengharapkan lahan yang telah dihibahkan Pemerintah Kota ini dapat dikelola dengan baik, dan profesional, dengan tarif pemakaman yang terjangkau. Selain itu, konstruksi bangunan makam juga perlu diperhatikan, agar tercipta suatu estetika kawasan makam yang indah, hujau, dan terawat sehingga umat atau keluarga yang ingin memakamkan sanak saudaranya, atau yang berziarah di tempat ini akan merasa aman dan nyaman.

“Pemerintah Kota Palangka Raya berkomitmen dengan Pihak Yayasan selaku pengelola TPU ini ke depannya akan selalu berkolaborasi, menata kawasan dan tentunya akan membantu pendanaan menyesuaikan dengan kondisi anggaran dan keuangan daerah”, tutup Alpath.

TPU Katolik Huma Sinta Lestari, yang memiliki luas sekitar 10,8 hektar ini, direncanakan mulai operasional mulai bulan November 2021, dikelola oleh satu Yayasan yang didirikan atas prakarsa 2 Paroki, yakni Paroki Katedral Santa Maria dan Paroki Yesus Gembala Baik. Desain makam yang direncanakan oleh pengelola adalah konsep konstruksi minimalis, dengan mengutamakan hamparan rumput hijau  ***red


  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Periksa Juga

Pewarna Indonesia  Harus Bersinergi Merawat Ke Bhinnekaan

        Pengunjung : 31 Bogor, BetangTV News, –  Berbicara tentang isu diskriminatif yang berkaitan kepercayaan …