Puluhan Miliar Digelontorkan, Dugaan Masalah Mutu Bayangi Proyek Jalan Kalahien–Buntok–Ampah


Buntok, Betang.tv – Paket pekerjaan Preservasi Jalan dan Jembatan Kalahien–Buntok–Ampah senilai Rp40.792.259.000 yang dikerjakan PT PJK menjadi sorotan. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, muncul dugaan adanya penurunan mutu pada pekerjaan pengaspalan di sejumlah titik, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pelaksanaan proyek yang dibiayai dari anggaran negara tersebut.

Hasil investigasi awal menunjukkan permukaan aspal di beberapa ruas tampak tidak rata, bertekstur kasar, serta memperlihatkan indikasi kepadatan yang belum optimal. Kondisi itu memunculkan dugaan bahwa proses penghamparan campuran aspal tidak dilakukan pada temperatur yang memenuhi spesifikasi teknis.

Dalam konstruksi perkerasan jalan, temperatur campuran aspal menjadi salah satu faktor krusial yang menentukan kualitas hasil pekerjaan. Apabila campuran dihampar pada suhu di bawah batas ideal, proses pemadatan berpotensi tidak berlangsung secara maksimal. Dampaknya, tingkat kepadatan lapisan aspal dapat berada di bawah standar, daya ikat antar material menurun, dan umur layanan jalan menjadi lebih pendek dibandingkan perencanaan.

Selain dugaan terkait temperatur campuran, proses pemadatan juga diduga belum dilakukan secara optimal. Indikasi tersebut terlihat dari permukaan jalan yang pada beberapa titik tampak berpori, bergelombang, dan tidak seragam. Apabila kondisi tersebut terbukti melalui pengujian teknis, kerusakan dini seperti retak, pelepasan butiran agregat (ravelling), hingga terbentuknya lubang pada permukaan jalan berpotensi terjadi lebih cepat.

Dengan nilai kontrak yang mencapai lebih dari Rp40,79 miliar, pelaksanaan pekerjaan dituntut memenuhi seluruh spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Paket preservasi ini merupakan infrastruktur penting yang menopang konektivitas wilayah Kalahien, Buntok, dan Ampah. Karena itu, kualitas pekerjaan, keselamatan pengguna jalan, serta akuntabilitas penggunaan keuangan negara harus menjadi prioritas utama.

Sejumlah kalangan menilai dugaan tersebut tidak dapat dipandang sebagai persoalan teknis semata. Apabila hasil pemeriksaan nantinya menemukan adanya pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi kontrak, kondisi tersebut berpotensi mengurangi kualitas layanan infrastruktur sekaligus menimbulkan potensi kerugian terhadap keuangan negara.

Hingga berita ini diterbitkan pada Jumat (24/7/2026), PT PJK, konsultan pengawas, maupun Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Padahal, media ini telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait sebagai bentuk penerapan prinsip keberimbangan dalam pemberitaan.

Untuk memastikan kualitas pekerjaan sesuai ketentuan, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah bersama aparat pengawas internal didorong segera melakukan inspeksi menyeluruh. Pemeriksaan dinilai perlu mencakup pengujian laboratorium terhadap mutu campuran aspal, ketebalan lapisan, tingkat kepadatan, kadar aspal, hingga verifikasi volume pekerjaan. Langkah tersebut penting guna memastikan apakah seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan kontrak atau terdapat penyimpangan yang memerlukan tindak lanjut sesuai peraturan perundang-undangan.

Media ini tetap menjunjung tinggi prinsip jurnalisme yang profesional, independen, dan berimbang. Oleh karena itu, ruang hak jawab dan hak klarifikasi terbuka bagi seluruh pihak yang disebutkan dalam pemberitaan untuk menyampaikan penjelasan, tanggapan, maupun data pendukung atas temuan dan dugaan yang disampaikan.(Red/J)


Periksa Juga

Sarat Makna Spiritual, Ritual Tiwah Umat Hindu Kaharingan Digelar hingga Akhir Juli di Kereng Bangkirai

        Pengunjung : 1,033 Palangka Raya, Betang.tv – Suasana sakral menyelimuti pelaksanaan Ritual Tiwah umat …

Tinggalkan Balasan