MBG Bartim menjadi Mesin Ganda, Perbaiki Gizi 13 Ribu Warga dan Gerakkan Ekonomi Lokal


Tamiang Layang, Betang.tv – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 1 Februari 2026, sebanyak lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan melayani lebih dari 13 ribu penerima manfaat, mulai dari pelajar, tenaga pendidik, hingga kelompok rentan.

Data tersebut disampaikan Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Bartim, Desriantomi, Rabu (25/2/2026).

Ia menjelaskan, program MBG menjadi instrumen strategis pemenuhan gizi bagi siswa sekolah, tenaga pendidik/non kependidikan, serta kelompok B3, yakni balita, ibu hamil, dan ibu menyusui melalui layanan dapur SPPG yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Saat ini, lima SPPG yang telah aktif beroperasi berada di Dusun Tengah Ampah Kota 1, Dusun Tengah Ampah Kota 2, Dusun Timur Tamiang Layang, Dusun Timur Matabu, dan Benua Lima Pasar Panas. Sementara itu, tiga SPPG lainnya masih dalam tahap pembangunan, masing-masing di Polres Bartim, lahan Pemda Desa Rodok, dan lahan Pemda Desa Dayu. Dari sisi penerima manfaat sekolah dan tenaga pendidik/non kependidikan, jumlahnya mencapai lebih dari 13.000 orang.

Rinciannya, SPPG Dusun Tengah Ampah Kota 1 melayani 2.321 siswa saat libur pesantren dan 2.540 siswa pada hari normal. SPPG Dusun Tengah Ampah Kota 2 melayani 3.180 penerima manfaat aktif, SPPG Dusun Timur Tamiang Layang 3.286 siswa, SPPG Dusun Timur Matabu 2.562 siswa serta 313 tenaga pendidik/non kependidikan, dan SPPG Benua Lima Pasar Panas 1.700 siswa.
Untuk kelompok B3, penerima manfaat tercatat di Tamiang Layang sebanyak 34 orang, Matabu 182 orang, dan Benua Lima Pasar Panas 394 orang.

Pelaksanaan program ini didukung 205 relawan dan 15 pegawai BGN yang tersebar di lima titik layanan. Selain itu, puluhan supplier lokal turut dilibatkan untuk memasok kebutuhan pangan, mulai dari beras, ayam, ikan, sayur, buah, telur, hingga susu, termasuk kebutuhan gas dan BBM. Sejumlah UMKM lokal juga berpartisipasi menyediakan roti, kue, dan makanan tambahan.

Menariknya, seluruh bangunan SPPG yang saat ini beroperasi merupakan hasil renovasi rumah, rumah makan, dan ruko melalui pola kemitraan mandiri. Skema ini dinilai efektif mempercepat operasional tanpa harus membangun gedung baru dari awal.

Desriantomi menegaskan, seiring rampungnya tiga SPPG tambahan, jangkauan layanan MBG akan terus diperluas. Selain meningkatkan status gizi anak dan kelompok rentan, program ini juga diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal.

“Yang pasti, dengan adanya Program Makan Bergizi Gratis ini, lapangan pekerjaan bagi masyarakat di Kabupaten Barito Timur semakin bertambah,” pungkasnya.(Mad/Red)


Periksa Juga

Pengurus Baru Dikukuhkan, MUI Bartim Ditantang jadi Penyejuk Sekaligus Motor Literasi Digital

        Pengunjung : 148 Tamiang Layang, Betang.tv — Bupati Barito Timur M Yamin mendorong Majelis …

Tinggalkan Balasan