Warga Palangka Raya Terpukau Saksikan Gerhana Bulan Total, Langit Malam Berbalut Cahaya Merah


Palangka Raya, Betang.tv – Langit malam di atas Kota Cantik Palangka Raya, Selasa (3/3/2026), menghadirkan panorama yang tak biasa. Masyarakat berbondong-bondong menengadah ke angkasa, menyaksikan salah satu fenomena astronomi paling menakjubkan tahun ini: Gerhana Bulan Total (GBT).

Berdasarkan keterangan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), peristiwa langka ini dapat diamati dari berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kota dan Kabupaten Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Sejak menjelang magrib, warga telah bersiap di halaman rumah, lapangan terbuka, hingga tepian jalan, menanti detik-detik ketika Bulan perlahan berubah rupa.

Gerhana Bulan terjadi akibat dinamika pergerakan Matahari, Bumi, dan Bulan yang berada pada satu garis sejajar, tepat saat fase purnama. Dalam fase totalitas, Bulan sepenuhnya memasuki bayangan inti (umbra) Bumi. Pada momen inilah, cakram Bulan yang biasanya bersinar putih keperakan, perlahan bertransformasi menjadi merah tembaga yang memesona.

Warna merah tersebut merupakan hasil hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi. Cahaya matahari berwarna biru tersebar, sementara cahaya merah yang memiliki panjang gelombang lebih panjang tetap menembus atmosfer dan memantul di permukaan Bulan.

Puncak gerhana yang dimulai pukul 18.03 WIB menjadi saat paling dinanti. Selama hampir satu jam fase totalitas berlangsung, langit Palangka Raya terasa syahdu. Warga tampak tak henti mengabadikan momen dengan telepon genggam, sementara sebagian lainnya memilih menikmati keheningan malam dengan rasa takjub.

Secara keseluruhan, durasi gerhana berlangsung selama 5 jam 41 menit 51 detik, dengan fase totalitas mencapai 59 menit 27 detik. Jika langit cerah, perubahan warna Bulan menjadi merah darah terlihat jelas—sebuah pemandangan yang jarang terjadi dan selalu meninggalkan kesan mendalam.

Fenomena ini bukan sekadar peristiwa astronomi, melainkan juga pengingat akan keteraturan semesta. Di bawah langit yang sama, warga Palangka Raya larut dalam kekaguman, merasakan betapa kecilnya manusia di tengah luasnya jagat raya, namun sekaligus begitu beruntung dapat menyaksikan keindahan yang tercipta dari harmoni alam semesta. (Red)


Periksa Juga

Misa dan Jalan Salib di Goa Maria Catholic Center, Umat Diajak Hayati Sengsara Kristus di Masa Prapaskah

        Pengunjung : 224 Palangka Raya, Betang.tv, –  Umat Katolik di Kota Palangka Raya kembali …

Tinggalkan Balasan