Palangka Raya, Betang.tv – Akademisi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial, Ilmu Politik, Administrasi dan Komunikasi (FISIP-ADKOM) Universitas Muhammadiyah Palangka Raya, Srie Rosmilawati, menyampaikan apresiasi terhadap langkah Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah yang menggandeng berbagai unsur media, mulai dari cetak, daring, hingga televisi dalam penguatan penggunaan Bahasa Indonesia yang baik, benar, dan berkelanjutan di ruang digital.
Menurutnya, inisiatif tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat ekosistem literasi kebahasaan di tengah derasnya arus informasi digital, yang saat ini menjadikan media sebagai garda terdepan dalam pembentukan opini publik sekaligus penjaga kualitas komunikasi publik.
Mantan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) dan Komisi Informasi (KI) Kalteng itu menilai, kolaborasi antara lembaga kebahasaan dan media massa bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk nyata tanggung jawab bersama dalam menjaga marwah bahasa negara di ruang publik.
Ia menegaskan, media memiliki peran sentral sebagai pembentuk standar penggunaan bahasa yang tidak hanya informatif, tetapi juga edukatif dan beretika. Karena itu, penguatan kapasitas jurnalis dan pelaku media dalam kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar.
“Di era digital, kecepatan informasi harus tetap sejalan dengan ketepatan bahasa. Di sinilah pentingnya sinergi antara Balai Bahasa dan media,” demikian pesan yang disampaikan Srie Rosmilawati, Senin (8/6/2026).
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun budaya berbahasa yang santun, akurat, dan bertanggung jawab, seiring dengan meningkatnya peran media sebagai sumber utama informasi publik di era keterbukaan informasi.(Red/J)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA
