Cegah Sebelum Terlambat, Relawan HKT Serukan Gerakan Bersama Lawan Karhutla


Palangka Raya, Betang.tv – Memasuki musim kemarau, masyarakat Kalimantan Tengah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pencegahan sejak dini dinilai menjadi langkah paling efektif untuk menghindari bencana asap yang dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, serta menghambat aktivitas masyarakat.

Ketua Relawan Habar Kalimantan Tengah (HKT), Dwi Sugiarto, mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun. Menurutnya, kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar berpotensi memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat kondisi cuaca kering dan angin bertiup kencang.

“Karhutla bukan hanya merusak hutan dan lahan, tetapi juga mengancam kesehatan, perekonomian, serta masa depan generasi kita. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegahnya sejak dini dengan tidak membakar lahan, tetap waspada, dan segera melaporkan apabila melihat titik api agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujar Dwi Sugiarto yang akrab disapa Sugie, Sabtu (18/7/2026).

Sugie menegaskan, menjaga kelestarian hutan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau aparat, melainkan kewajiban seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, kepedulian dan partisipasi aktif warga merupakan kunci utama mencegah terjadinya karhutla.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan api kecil di lahan maupun semak belukar. Apabila masih memungkinkan, api dapat dipadamkan secara aman sebelum meluas. Namun jika kebakaran mulai membesar, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas atau instansi terkait agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat.

Relawan HKT turut mengajak masyarakat menjaga lingkungan melalui langkah sederhana, seperti tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah di area yang rawan terbakar, serta saling mengingatkan pentingnya menjaga hutan dan lahan dari ancaman kebakaran.

“Melindungi hutan berarti melindungi kehidupan. Mari kita jadikan musim kemarau sebagai momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Bersama-sama kita wujudkan Kalimantan Tengah yang bebas asap, lestari, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” tutup Sugie.(Red/J)


Periksa Juga

MI Al Fitrah Tamiang Layang Sambut 73 Murid Baru, Kepercayaan Masyarakat Terus Meningkat

        Pengunjung : 1,029 Tamiang Layang, Betang.tv – Semangat tahun ajaran baru 2026/2027 terasa di Madrasah …

Tinggalkan Balasan