Palangka Raya, Betang.tv, – Musim kemarau yang melanda wilayah Kota Palangka Raya selama hampir empat bulan mulai memperlihatkan dampak serius terhadap kondisi lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kekeringan yang berkepanjangan turut meningkatkan kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di kawasan lahan gambut dan vegetasi yang mengalami kekeringan.
Dampaknya, kabut asap akibat karhutla tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan.
Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya melalui Dinas Kesehatan menghadirkan layanan Bus Oksigen Keliling secara gratis sebagai bentuk respons terhadap ancaman kesehatan akibat memburuknya kualitas udara.
Kehadiran layanan kesehatan bergerak ini menjadi salah satu langkah antisipatif pemerintah daerah untuk mendekatkan akses pertolongan kepada masyarakat, terutama warga yang beraktivitas di luar ruangan dan berpotensi terpapar kabut asap.
Bus Oksigen Keliling tidak hanya menyediakan bantuan oksigen bagi masyarakat yang mengalami keluhan pernapasan, tetapi juga dilengkapi fasilitas pemeriksaan kesehatan dasar, meliputi pengecekan tekanan darah dan saturasi oksigen.
Layanan tersebut terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk pengendara kendaraan bermotor, pekerja lapangan, serta pengemudi ojek online (ojol), tanpa dipungut biaya maupun persyaratan administratif khusus.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, saat memberikan keterangan di Palangka Raya belum lama ini, menyampaikan bahwa pengoperasian Bus Oksigen Keliling merupakan bagian dari upaya Pemko Palangka Raya dalam memperluas jangkauan pelayanan kesehatan di tengah kondisi darurat kabut asap akibat karhutla.
Menurutnya, melalui layanan bergerak tersebut, petugas kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara langsung, terutama di kawasan dengan tingkat paparan asap cukup tinggi serta lokasi yang memiliki aktivitas dan mobilitas warga cukup padat.
“Melalui layanan bergerak ini, petugas kesehatan dapat menjangkau masyarakat secara langsung, terutama di kawasan yang memiliki tingkat paparan asap cukup tinggi serta lokasi dengan aktivitas dan mobilitas warga yang padat,” tegasnya.
Untuk tahap awal, Bus Oksigen Keliling 1 difokuskan melayani sejumlah kawasan, di antaranya Jalan RTA Milono, Kereng Bangkirai, Kalampangan, Jalan C. Bangas yang menjadi salah satu pangkalan pengemudi ojek online, serta wilayah sekitarnya.
Sementara itu, Bus Oksigen Keliling 2 masih dalam tahap persiapan untuk memperluas jangkauan pelayanan di kawasan Bundaran Besar, Jalan Tjilik Riwut, dan sejumlah wilayah di sekitarnya.
Pengoperasian kedua armada tersebut sekaligus melengkapi fasilitas Rumah Oksigen yang sebelumnya telah disiagakan Pemko Palangka Raya sebagai bagian dari upaya penanganan dampak kesehatan akibat kabut asap.
Lebih dari sekadar fasilitas kesehatan bergerak, keberadaan Bus Oksigen Keliling diharapkan menjadi akses pertolongan awal yang mudah dijangkau masyarakat ketika kualitas udara memburuk. Kehadirannya sekaligus memberikan perhatian terhadap kelompok masyarakat yang tetap harus menjalankan aktivitas di tengah kepungan asap, seperti pengemudi ojek online, pekerja lapangan, dan pengguna jalan.
Di tengah situasi karhutla yang kembali menguji ketahanan lingkungan dan kesehatan masyarakat Kalimantan Tengah, langkah menghadirkan layanan oksigen gratis ini menjadi wujud kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan secara langsung kepada warga.
Namun, pelayanan kesehatan darurat semacam ini tentu perlu berjalan beriringan dengan langkah pengendalian karhutla, pencegahan kebakaran, serta pengawasan terhadap kawasan rawan terbakar. Sebab, masyarakat tidak hanya membutuhkan pertolongan ketika kabut asap menyelimuti kota, tetapi juga membutuhkan jaminan lingkungan yang aman dan kualitas udara yang layak untuk dihirup.
(Redaksi Betang.tv)