Wadian Bulat, Upacara Adat Khas Kalteng

  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

BetangTv News – WADIAN adalah salah satu upacara adat suku Dayak (Dusun, Maanyan, Lawangan, Bawo) di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang menganut agama Kaharingan di antaranya dalam rangka pengobatan terhadap orang sakit.

Pada masa lalu, belum dikenal pengobatan secara medis, terlebih bagi masyarakat yang tinggal di pedalaman yang jauh dari sentuhan modernisasi, masyarakat Dayak yang bermukim di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito memanfaatkan jasa Wadian untuk mengobati sakit yang diderita anggota keluarga.

Lama atau tidaknya ritual pengobatan tergantung dari parah tidaknya penyakit yang diderita.

Upacara Wadian dapat berlangsung selama 1 minggu bahkan lebih dan dilakukan secara berkesinambungan.

Ada beberapa jenis wadian yang kerab dilakukan Suku Dayak Ma’anyan, sebagimana manfaat dan tujuannya, diantaranya Wadian Pangunraun (Pangunraun Jatuh, Pangunraun Jawa), Wadian Dapa, Wadian Tapu Unru, Wadian Dadas, Wadian Bawo, Wadian Bulat.

Salah satu ritual wadian yang tergolong paling popular saat ini, adalah Wadian Bulat.

Diketahui, Wadian Bulat adalah salah satu kesenian khas Suku Dayak Maanyan, Dusun Lawangan dan Bawo yakni suguhan tarian disertai atraksi melipat anggota tubuh seperti tangan dan kaki hingga kepala.

Wadian bulat lebih banyak dilakukan oleh penari pria, karena lebih pantas dilakukan dengan alasan estetika atau norma susila saja.

Atraksi wadian bulat ini kerab ditampilkan pada saat acara penyambutan tamu terhormat, pesta pernikahan serta hajatan lainnya yang bersifat suka cita.

Tujuannya adalah selain menghalau segala bentuk gangguan yang mengancam pada saat berlangsungnya acara, atraksi ini sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu yang datang berkunjung.

Atraksi wadian bulat lebih menonjolkan gerakan kelenturan tubuh. Sulit memang untuk mempercayai dengan akal sehat jika melihat langsung atraksi ini.

Para penari yang bertugas sebagai wadian bulat diyakini dirasuki oleh “roh nenek moyang” sehingga mereka dengan mudah melakukan gerakan-gerakan ekstrim yang tak lazim dilakukan orang biasa.

Diiringi tabuhan alat musik tradisional berupa gong, serta gendang, para penari yang mengenakan sepasang atau lebih gelang tebal terbuat dari logam sebagai properti tari-tarian, mempertontonkan keahliannya.

Semakin cepat irama musik pengiring, semakin lincah gerakan para penari mempertontonkan atraksi melipat tangan serta kaki menyerupai bentuk lingkaran dengan posisi kepala seakan menyatu dengan tangan dan kakinya.

Nah, jika masih penasaran dengan atraksi wadian bulat di daerah ini, anda dapat menyaksikannya pada Prosesi Perkawinan Adat Suku Dayak Ma’anyan, atau dapat pula menyaksikan pergelaran seni dan budaya, yang menjadi rangkaian kegiatan tahunan dalam rangka Hari jadi Provinsi Kalteng yakni Festival Budaya Isen Mulang.(Red)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Periksa Juga

Bhayu Rhama Resmi Pimpin DPC KSBN Kota Palangka Raya

        Pengunjung : 915 Palangka Raya, BetangTv News – Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Komite …