Cegah Kekerasan Terhadap Perempuan, DPD KNPI Kalteng Gelar Diskusi

  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Palangka Raya, BetangTv News – Bertajuk “Women Rise Up”, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama organisasi Kepemudaan dan Kemahasiswaan menggelar Diskusi Perempuan dalam Rangka 16 Kampanye Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan, dengan narasumber,Evi Nurleni (Bendahara BPD Peruati Kalteng) dan Kartika Sari (Serikat Perempuan Indonesia Kalteng), Sabtu (30/11/2019) di Aula Gedung KNPI setempat.

Pada kesempata itu, Wakil Ketua Bidang Perempuan DPD KNPI Kalteng, Novia Adventy mengatakan, kampanye 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan adalah sebuah momentum yang penting untuk membangkitkan serta mengorganisir kesadaran dan perjuangan kolektif perempuan melawan segala bentuk penindasan yang dialami secara verbal maupun non verbal atau bahkan berbagai bentuk penindasan yang dilegitimasi oleh peraturan dan kebijakan pemerintah ditingkat pusat maupun daerah.

Selain itu, persoalan yang menjadi tantangan Indonesia di masa depan adalah pernikahan usia anak yang marak.

“Data BPS menyebutkan bahwa satu dari empat anak perempuan di Indonesia telah menikah pada umur kurang dari 18 tahun pada tahun 2008 sampai 2015,” ungkap Vovia.

Novia melanjutkan, isu-isu terkait perempuan khususnya mengenai kekerasan terhadap perempuan menjadi isu panjang yang seolah tak akan habis untuk diperbincangkan.

Kekerasan yang dialami perempuan kini, beber Novia, bahkan semakin ekstrim sampai kepada tingkat pembunuhan, kekerasan dan penindasan terhadap kaum perempuan juga anak terjadi hampir diseluruh wilayah Indonesia dan terjadi diberbagai sektor.

“Menurut data BKKBN Pusat Kalimantan Tengah adalah Provinsi dengan angka pernikahan dini terbesar kedua setelah Sulawesi Barat yang mengakibatkan Indeks Pembangunan Pemuda di Kalimantan Tengah jemblok,” ucap Novia.

Akibat dari pernikahan usia anak, tambah Novia, mengakibatkan 30% bayi yang dilahirkan stunting. Stunting, menjadi perbincangan hangat setelah Presiden Jokowi yang menjadikan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi perhatian cukup serius dalam kepemimpinannya periode kedua.

“Masih terekam jelas dalam ingatan kita terkait wacana bonus demografi yang disampaikan Bapak Jokowi sewaktu dilantik menjadi Presiden. Bonus demografi bukanlah masalah sepele, dia membutuhkan cukup banyak SDM unggul dan berkualitas baik agar bisa diwujudkan,” tandas Novia.(Me)


  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Periksa Juga

Hari Jadi ke-65, Pemprov Kalteng Terus Berbenah

        Pengunjung : 32   Palangka Raya, BetangTv News – Tepat pada tanggal 23 Mei …