Membuat Batik Ecoprint, Ini Panduannya

  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

BATIK ECOPRINT adalah batik menggunakan bahan alam. Sesuai namanya, ecoprint
berasal dari kata eco atau ekosistem yang mengandung arti lingkungan hayati atau
alam.

Sementara print kalian pasti tahu, yaitu cetak. Secara singkat batik ecoprint adalah membatik dengan sistem menjiplak dedaunan dan kemudian merebusnya.

Hal ini juga dilakukan para pembatik, maka lahirlah istilah
ecoprint. Bedanya, batik ini meghasilkan motif yang lebih modern atau sebutlah
kontemporer.

Batik ecoprint juga tidak membutuhkan lilin yang dipanaskan hingga cair atau juga
canting. Bagi kalian yang selama ini menggemari batik jenis ini namun ingin tahu cara
pembuatannya, di sini saya akan menjelaskannya.

Pertama ialah mordanting yaitu perendaman kain menggunakan air tawas yang
dilakukan selama tiga hari. Waktu perendaman ini bisa bervariasi. Biasanya, sisa air tawasnya tidak dibuang begitu saja sebagai air comberan. Bisa dimanfaatkan sebagai
pembersih kamar mandi.
Mengapa mordanting ini penting? Sebab proses ini akan mempertahankan warna
bahan atau kain dan membuka pori-pori. Akibatnya motifnya bisa tercetak dengan
sempurna.

Proses selanjutnya masuk ke tahapan perncetakan. Caranya adalah kain yang
setengah basah dibentangkan, lalu dedaunarn pilihan ditata di atas permukaannya.
Pukul pukullah pakai palu atau benda sejenis agar warnanya metesap ke dalam serat
kain.

Selanjutnya gulung kain tersebut beserta posisi dedaunannya. Ikat kuat dan dikukus selama dua jam. Tujuannya agar warna dasar daun bisa lebih keluar.
Tahapan berikutnya adalah kain tersebut dibiarkan selama 3 hari, barulah dibuka,
dibersihkan dari sisa-sisa daun yang mernempel di kain. Makalihatlah, ada motif cantik
di kain itu.

Terakhir, merendam kain dengan air tawas dengan tujuan mengikat motif dan warna
agar tidak luntur. Setelah itu kain dicuci menggunakan lerak dan dijemur di terik
matahari.

Alat dan Bahan Batik Ecoprint
Kain dengan serat alami seperti katun, sutera, atau kanvas
Panci untuk mengukus daun-daunan/bunga
Campuran air tawas, air cuka, palu dan tali.

Setelah memastikan semuanya tersedia, sekarang mari kita baca cara pembuatannya. Bagian ini sengaja saya gunakan langkah-langkah per bagian biar
lebih mudah dipahami.
Pertama, basahi kain sutra dengan air cuka.

Gunanya agar pewarna lebih tahan lama. Jangan lupa rendam juga daun yang akan dijadikan motif ke dalam larutan tunjung.
Tujuannya agar tannin (zat warna daun) bisa keluar dengan maksimal pada kain.

Selanjutnya bentangkan kain yang sudah dibasahi di atas lantai/meja dan tempeikan
daun-daunan sesuai dengan selera (posisi tulang daun di bawah).

Langkah berikutnya mengukus kain; tutupi dengan plastik gulung ain yang sudah dibentang dan
diletakkan daun tadi. Jangan lupa untuk mengikatnya menggunakan tali Lalu kukuslah
selama 1,5 hingga 2 jam.

Kemudian melepaskan ikatan kain; jika sudah dingin, angkat dan bentangkan kembali di meja, ambil daun-daunan secara
perlahan Terakhir, silakan angin-anginkan kain ecoprint tadi.

Fiksasi Kain; tahap terakhir dalam proses pembuatan ecoprint kain sutra, setelah tiga hari yaitu fiksasi untuk mengikat motif dan warna yang sudah tercetak di atas kain. Proses
fiksasi dilakukan dengan merendam kain di air campuran tawas selama satu jam untuk
mengikat warna tumbuhan agar tidak mudah luntur. Setelah dibilas, angin-anginkan
kembali sampai kering. Kini kain ecoprint kamu sudah jadi dan siap di jahit menjadi
aneka kerajinan seperti baju, tas, dompet, scarf, dan lain-lain.(***)

*Program Dosen Pendamping Wirausaha Masyarakat (PDPWM) Universitas Palangka Raya.*

Pelatihan Aplikasi Teknik Pengukusan Pewarna Alami Berbasis Tempatan Pada Bahan Sutera di Kelompok Asosiasi Bawi Dayak Kota Palangka Raya

Tim Pelaksana:
– Dr. Misrita, S.S, M.hum
– Ir. Yusintha Tanduh, M.P

 

BATIK ECOPRINT 2023 ASOSIASI BAWI DAYAK PALANGKA RAYA #dayakborneo #myfirstvlog #batik
Prev 1 of 1 Next
Prev 1 of 1 Next

  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •  

Periksa Juga

Rawat Ekosistem Warga Pilih Tangkap Ikan Secara Tradisional

        Pengunjung : 586 Palangka Raya, Betang.Tv, – Perairan rawa di  tepian Danau Kereng atau …