Inovasi TIM IPS jadi Andalan Puskesmas Babai Percepat Pencegahan Stunting


Buntok, Betang.tv – Upaya percepatan pencegahan dan penanganan stunting di Kabupaten Barito Selatan terus diperkuat. Puskesmas Babai, Kecamatan Karau Kuala, mengembangkan inovasi TIM IPS (Intelijen Pencegahan Stunting) sebagai sistem deteksi dini berbasis data yang dirancang untuk memastikan setiap anak yang berisiko mengalami gangguan pertumbuhan dapat ditemukan lebih cepat, ditangani secara tepat, dan didampingi hingga tuntas.

Inovasi tersebut menjadi bagian dari penguatan pelayanan kesehatan masyarakat yang menempatkan pencegahan sebagai langkah utama. Melalui sistem pemantauan yang lebih terintegrasi, Puskesmas Babai berupaya memastikan tidak ada anak berisiko stunting yang terlewat dari pengawasan maupun intervensi.

TIM IPS menjalankan fungsi mulai dari pengumpulan dan analisis data, pemetaan sasaran berisiko, hingga tindak lanjut terhadap setiap kasus yang ditemukan. Informasi diperoleh melalui Posyandu, kader kesehatan, kunjungan rumah, pemeriksaan kesehatan, serta laporan masyarakat. Seluruh data kemudian diolah sebagai dasar penyusunan intervensi yang disesuaikan dengan kondisi setiap anak dan keluarganya.

Kepala Puskesmas Babai, dr. Endar Abdi Dasopang, mengatakan penguatan TIM IPS dilakukan agar proses penanganan stunting tidak menunggu hingga kondisi anak memburuk, melainkan dimulai sejak tanda-tanda awal gangguan pertumbuhan teridentifikasi.

“Penguatan TIM IPS dilakukan untuk memastikan setiap anak yang berisiko maupun mengalami masalah pertumbuhan dapat teridentifikasi lebih awal dan mendapatkan tindak lanjut sesuai kebutuhannya. Kami berupaya agar tidak ada sasaran yang luput dari pemantauan,” ujarnya, Selasa (7/7/2026).

Selain memperkuat sistem deteksi dini, inovasi ini juga mengedepankan kolaborasi lintas sektor. Puskesmas Babai menggandeng pemerintah desa, kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga, PKK, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan penanganan stunting dilakukan secara menyeluruh.

Pendekatan tersebut tidak hanya menitikberatkan pada pelayanan kesehatan, tetapi juga menyasar faktor-faktor yang berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak, seperti pemenuhan gizi, pola asuh, sanitasi, kebersihan lingkungan, hingga kondisi sosial keluarga.

Melalui pendampingan yang berkelanjutan, keluarga sasaran memperoleh edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang anak, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemanfaatan layanan kesehatan secara optimal. Pendekatan ini diharapkan mampu mencegah anak yang berisiko berkembang menjadi kasus stunting.

Di sisi lain, penguatan kualitas pencatatan dan pelaporan juga menjadi fokus utama. Data yang akurat dan mutakhir menjadi landasan dalam menentukan sasaran prioritas, menyusun strategi intervensi, sekaligus mengevaluasi efektivitas program penanganan stunting di wilayah kerja Puskesmas Babai.

Koordinator inovasi TIM IPS, Achmad Ismail, menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kemampuan tenaga kesehatan, tetapi juga pada sinergi seluruh elemen masyarakat.

“TIM IPS tidak hanya berfungsi sebagai sistem pemantauan, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama dalam pencegahan dan penanganan stunting. Kunci keberhasilannya adalah kerja sama, kecepatan merespons, dan konsistensi dalam melakukan pendampingan,” katanya.

Mengusung semangat “Menemukan Lebih Awal, Menangani Lebih Cepat, dan Mendampingi Sampai Tuntas,” Puskesmas Babai berkomitmen terus memperkuat inovasi TIM IPS sebagai salah satu model pelayanan kesehatan yang adaptif terhadap tantangan di lapangan.

Melalui penguatan sistem yang mengedepankan kolaborasi, akurasi data, dan respons cepat, Puskesmas Babai optimistis upaya pencegahan serta penanganan stunting akan semakin efektif, sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang sehat, berkualitas, dan memiliki daya saing di masa depan.(Red/J),


Periksa Juga

Dilantik Pimpin APRI Kalteng, Jaya Samaya Monong Tegaskan Komitmen Wujudkan Tambang Rakyat yang Legal

        Pengunjung : 822 Palangka Raya, Betang.tv – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Penambang Rakyat …