Dari Takjil ke Transaksi, Pasar Ramadan Hidupkan Ekonomi Palangka Raya


Palangka Raya, Betang.tv – Gelaran Pasar Ramadan di Kota Palangka Raya tahun ini tak sekadar menjadi tradisi musiman, tetapi juga tampil sebagai pengungkit nyata pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pemerintah kota mencatat peningkatan jumlah pedagang yang berpartisipasi di berbagai titik Pasar Ramadan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan geliat ekonomi yang kian menguat seiring meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat selama Ramadan.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Fajar Bakti, menegaskan bahwa Pasar Ramadan telah menjadi ruang strategis bagi pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan pendapatan.

“Dari tahun ke tahun, jumlah pedagang terus bertambah. Ini menunjukkan ekonomi masyarakat bergerak dan UMKM semakin percaya diri memanfaatkan momentum Ramadan,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).

Pada Ramadan 2026, pemerintah menetapkan tujuh titik Pasar Ramadan yang tersebar di sejumlah kawasan strategis, di antaranya depan SMA Negeri 1 Palangka Raya, halaman Gedung Juang, Pasar Datah Manuah, Masjid Shalahudin Universitas Palangka Raya, Pasar Kahayan, Masjid Al Husna, dan Masjid Kubah Kecubung.

Salah satu lokasi yang menjadi sorotan adalah Pasar Ramadan Pasar Datah Manuah yang secara resmi dibuka oleh Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin. Pasar ini hadir dengan pendekatan berbeda melalui konsep penataan yang lebih modern dan kolaboratif.

Pelaksana Pasar Ramadan Datah Manuah, Ngurah Putu, menyebutkan bahwa tahun ini menjadi momentum perdana pengembangan pasar dengan model kolaborasi antara Pemerintah Kota Palangka Raya, BUMN, dan BUMD.

“Kami ingin menciptakan pasar yang tertata, nyaman, dan relevan dengan gaya konsumsi masyarakat saat ini. Ini bukan sekadar tempat jual beli, tetapi ekosistem ekonomi rakyat,” katanya.

Lebih jauh, Pasar Datah Manuah diproyeksikan sebagai pemantik kebangkitan UMKM di kawasan yang sebelumnya belum optimal. Lokasinya yang strategis dimanfaatkan untuk mengubah wajah pasar mini menjadi ruang ekonomi kreatif tanpa menggeser keberadaan pasar tradisional lain.

Dari sisi fasilitas, Pasar Datah Manuah dilengkapi sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS, penataan stan yang lebih higienis, area makan (dine-in) yang nyaman, serta hiburan harian. Pendekatan ini dinilai mampu meningkatkan daya tarik pengunjung sekaligus mendorong transaksi yang lebih efisien.

Meski masih terdapat sejumlah catatan teknis, Pasar Ramadan Datah Manuah dinilai berhasil menghidupkan kembali kawasan pasar dan menarik minat masyarakat secara signifikan.

Ke depan, Pasar Ramadan di Kota Palangka Raya diharapkan terus dikembangkan dengan perencanaan yang lebih matang agar menjadi agenda tahunan berkelanjutan, tidak hanya memperkuat nilai sosial dan religius Ramadan, tetapi juga memberi kontribusi konkret bagi pertumbuhan ekonomi daerah dan pemberdayaan UMKM.(Red)


Periksa Juga

Ribuan Warga Padati Bundaran Besar, Gubernur dan Wali Kota Lepas Pawai Tarhib Sambut Ramadan 1447 H di Palangka Raya

        Pengunjung : 167 Palangka Raya, Betang.tv – Ribuan warga tumplek blek di kawasan , …

Tinggalkan Balasan