Sampit, Betang.tv, – Pemasangan reklame edukasi nonkomersial di sejumlah titik rawan pengrusakan lingkungan sungai mendapat apresiasi dari Ormas Tantara Lawung Adat Mandau Talawang. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Jumat, 24 April 2026 ini difokuskan di kawasan Jalan Iskandar Km 19–25.
Langkah tersebut dinilai sebagai upaya positif dalam menjaga kelestarian ekosistem, khususnya dari praktik penangkapan ikan menggunakan bahan beracun.
Panglima/Ketua Umum DPP Ormas Tantara Lawung Adat Mandau Talawang, Ricko Kristolelu, SH, menyampaikan bahwa pihaknya sebelumnya menerima laporan masyarakat terkait dugaan penggunaan racun oleh oknum pencari ikan di bantaran Sungai Mentaya.
“Laporan tersebut langsung kami tindak lanjuti dengan berkoordinasi ke DLH Kotim, karena dikhawatirkan dapat merusak habitat sungai,” ujarnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala DLH Kotim melalui Kabid Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup, Dr. Titik Setiyowati, S.E., M.Si., menurunkan tim untuk melakukan langkah preventif. Salah satunya dengan memasang delapan reklame berisi pesan persuasif sekaligus peringatan tegas agar masyarakat tidak menggunakan bahan beracun dalam menangkap ikan.
Ricko menegaskan bahwa penggunaan racun seperti potas, bahan kimia, maupun tuba merupakan tindakan yang dilarang keras. Selain merusak ekosistem, pelaku juga dapat dikenakan sanksi hukum sesuai Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perikanan, dengan ancaman pidana penjara hingga 6 tahun serta denda mencapai Rp1,2 miliar hingga Rp2 miliar.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada unsur Kecamatan Mentawa Baru Ketapang yang diwakili Sekretaris Kecamatan, Lurah Ketapang, serta masyarakat setempat yang turut hadir dan mendukung kegiatan tersebut.
“Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat untuk menjaga lingkungan dari tindakan tidak bertanggung jawab yang hanya mengutamakan keuntungan sesaat,” tambahnya.
Ormas Tantara Lawung Adat Mandau Talawang berharap sinergi dengan pemerintah daerah dapat terus berlanjut sebagai upaya berkelanjutan dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal yang terus berkesinambungan,” tutup Ricko Kristolelu, didampingi Alamsyah, M. Albar, di Sekretariat DPP. (HN)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA
