Palangka Raya, Betang.tv – Suasana duka menyelimuti keluarga besar Timerasi Labat atas berpulangnya Tatie Kena Laba, ibunda tercinta, yang wafat pada Jumat, 4 Juni 2026, dalam usia 88 tahun setelah menjalani perawatan akibat sakit.
Sebagai bentuk empati dan penghormatan terakhir, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, melayat langsung ke rumah duka yang berlokasi di Jalan G Obos, Kota Palangka Raya, Minggu (7/6/2026) sekitar pukul 11.45 WIB.
Kehadiran orang nomor satu di Bumi Tambun Bungai tersebut turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, Reza Prabowo, serta Kepala Biro Sekretariat Daerah Kalteng, Rangga Lesmana. Dalam suasana penuh haru, Gubernur menyampaikan doa dan ungkapan belasungkawa di hadapan keluarga serta jenazah mendiang.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, saya menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Ibu Tatie Kena Laba. Semoga mendiang mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan, ketabahan, dan penghiburan,” ujar Agustiar.
Kehadiran Gubernur menjadi cerminan kedekatan dan kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya yang tengah dilanda duka, sekaligus menghadirkan penguatan moril bagi keluarga yang ditinggalkan.
Putra sulung mendiang, Timerasi Labat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran Gubernur Kalteng beserta rombongan yang telah meluangkan waktu untuk datang langsung ke rumah duka.
“Kami sekeluarga menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran Bapak Gubernur. Kehadiran ini menjadi penghiburan yang sangat berarti di tengah duka yang kami rasakan,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa jenazah mendiang akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Jalan Matal, Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya. Prosesi pemberangkatan dari rumah duka menuju lokasi pemakaman dilaksanakan pada pukul 12.30 WIB.
Kepergian Tatie Kena Laba meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan semua yang mengenalnya. Namun di tengah kesedihan itu, doa dan penghormatan terus mengalir sebagai pengiring perjalanan terakhir mendiang.
“Kami memohon doa dari seluruh masyarakat agar mendiang mendapatkan kedamaian dan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” tutup Timerasi Labat.(Red/J)
betangTV SALURAN HIBURAN | INFORMASI | DAN BERITA
