Pernyataan Jusuf Kalla Tuai Kritik, GMKI: Jangan Pelintir Ajaran Agama untuk Narasi Kekerasan


Palangka Raya, Betang.tv – Pernyataan tokoh nasional Jusuf Kalla yang dinilai mengaitkan ajaran agama dengan konsep kekerasan menuai kecaman keras dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Palangka Raya.

Ketua Bidang Aksi dan Pelayanan GMKI Cabang Palangka Raya, Yosafat Menteng, menilai pernyataan tersebut tidak hanya keliru secara substansi, tetapi juga berpotensi memicu gesekan serta merusak harmoni antarumat beragama di Indonesia.

“Dalam ajaran Kekristenan tidak pernah ada doktrin yang membenarkan pembunuhan, apalagi terhadap pemeluk agama lain. Pernyataan seperti ini merupakan bentuk distorsi terhadap ajaran iman Kristen dan tidak bisa dibiarkan,” tegas Yosafat, Kamis (16/4/2026).

Ia menegaskan, Kekristenan menjunjung tinggi kasih sebagai nilai utama yang mengajarkan perdamaian, penghormatan terhadap sesama, serta penolakan terhadap segala bentuk kekerasan.

Menurutnya, narasi yang menyudutkan ajaran agama tertentu sangat tidak pantas dilontarkan, terlebih oleh figur nasional yang pernah menduduki jabatan strategis di pemerintahan.

“Sebagai mantan Wakil Presiden Republik Indonesia, seharusnya beliau menjadi teladan dalam menjaga kebhinekaan, persatuan, dan toleransi. Namun yang terjadi justru sebaliknya, pernyataan tersebut memperkeruh ruang publik dan berpotensi memantik konflik horizontal di tengah masyarakat,” lanjutnya.

Yosafat turut mengingatkan bahwa pembiaran terhadap narasi keliru mengenai ajaran agama dapat menjadi preseden buruk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jika dibiarkan, maka akan terbuka ruang bagi normalisasi kebencian berbasis agama. Ini sangat berbahaya bagi masa depan toleransi di Indonesia. Kami tegaskan, baik dalam ajaran Kekristenan maupun dalam kehidupan bernegara, nilai-nilai kemanusiaan harus dijunjung tinggi dan kekerasan tidak pernah dibenarkan dengan dalih apa pun,” ujarnya.

Sebagai organisasi kaderisasi berbasis keagamaan, GMKI menegaskan memiliki tanggung jawab moral dan teologis untuk menjaga kemurnian ajaran iman sekaligus merawat nilai-nilai kebangsaan.

“GMKI tidak akan tinggal diam ketika ajaran agama dipelintir dan digunakan dalam narasi yang menyesatkan. Ini bukan hanya soal iman, tetapi juga tentang menjaga persatuan dan keutuhan bangsa,” tutup Yosafat.(Red)


Periksa Juga

Pengunjung Membludak, Relawan HKT jadi Penjaga Keselamatan di Bukit Tangkiling

        Pengunjung : 229 Palangka Raya, Betang.tv – Di tengah lonjakan wisatawan saat libur Hari …

Tinggalkan Balasan